Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 112 - Remaja laki-laki



...***...


"Bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bisa terluka separah ini? Josh juga tak lama sebelum kau datang, dia mengalami hal yang sama denganmu. Kondisinya cukup serius dan dia membutuhkan istirahat yang cukup panjang," ujar profesor. Joe masih bungkam, ia berusaha keras memikirkan ide untuk mengelak dari pertanyaan profesor.


"I… ini semua kecelakaan. Aku dan Josh mengalami kecelakaan akibat kekuatanku yang akhir-akhir ini tidak bisa aku kendalikan," elaknya.


"Tidak mungkin ini efek dari kekuatanmu, Joe. Sengatan listrik tidak akan mungkin sampai meninggalkan luka bakar pada kulit, seperti api." Profesor memicingkan matanya. Menatap penuh selidik pada Joe yang tampak sedang berusaha menyembunyikan sesuatu darinya.


Joe menelan saliva-nya susah payah. Ia sudah menduganya sejak awal kalau profesor tidak akan mungkin semudah itu dibohongi. Alasannya kurang meyakinkan.



"Tadi Andrich yang secara tidak sengaja menemukanmu ketika dia hendak pulang kemari, dan dia tidak menjelaskan apapun padaku karena kondisimu yang parah serta harus segera ditangani. Kalau kau tidak ingin berbicara yang sejujurnya padaku, maka aku akan tanyakan sendiri padanya mengenai apa yang terjadi."


Andrich? Jadi, dia yang membawaku kemari? batin Joe. Ia cukup terkejut mendengar perkataan profesor.


"Kau masih tidak akan berbicara?" Profesor kembali berucap sehingga membuat lamunannya buyar. Pria itu tampak hendak beranjak dari tempatnya, namun Joe cepat-cepat menahannya.


"Akan aku ceritakan semuanya, prof…" Finalnya.


"Baiklah, kalau begitu ceritakan."


Joe menjelaskan semuanya pada profesor mengenai Rei dan kecurigaannya terhadap dirinya yang memiliki kemampuan seperti seorang evolver.


Profesor terdiam mendengarkan setiap penjelasan dari Joe. Setelah mendengar setiap penjelasannya, profesor nampak terkejut dengan ceritanya.


Profesor diam terpaku tanpa merespon ucapan Joe. Ia beradu tatap dengan Joe. Dari raut wajahnya, Joe dapat melihat kalau profesor tidak percaya dengan ucapannya.


"Tunggu, apa kau bilang tadi? Remaja laki-laki?" ulang profesor.


"Benar, prof."


Remaja laki-laki, apakah jangan-jangan… dia? batin profesor. Pria itu menggelengkan kepalanya pelan berusaha menepis semua pikiran yang menghampiri dirinya.


"Profesor, anda baik-baik saja?" Joe membuyarkan lamunannya.


"Aku baik-baik saja. Untuk sementara waktu, aku akan menugaskan evolver lain untuk mengurus tugasmu. Kau dan timmu harus beristirahat total agar kalian bisa pulih sepenuhnya. Akan membutuhkan waktu cukup lama agar kau bisa benar-benar pulih. Apalagi serangan dari anak itu bukanlah serangan biasa. Api yang membakar tubuhmu adalah jenis api abadi, dan api itu… merusak permukaan kulitmu cukup parah, bahkan sampai sistem jaringan tubuhmu tidak bisa beroperasi secara intensif seperti sebelumnya."


"B… beristirahat, prof… tapi anda bilang…"


"Lupakan apa yang aku katakan waktu di telpon. Situasinya sekarang berbeda dari sebelumnya. Aku tidak pernah menduga kalau kau akan terluka sampai separah ini. Jadi, beristirahatlah selama beberapa Minggu, sampai lukamu pulih kembali perlahan-lahan hingga semuanya kembali seperti sediakala."


"Baiklah, prof. Aku mengerti."


"Kalau begitu aku pergi. Akan ada Evolab111 yang menemani dan mengawasimu selama aku tidak ada. Dia akan membantumu seperti biasanya." Profesor beranjak dari tempatnya. Melangkah pergi meninggalkan Joe yang terbaring di ranjang tidurnya.


Joe hanya diam dan menatap kepergiannya.


...***...