Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 753 - Momen yang dinantikan



...***...


Bugh!


Tanpa peringatan lebih dulu Lusia melesat dengan cepatnya dan meninju Lucy hingga membuat wanita itu tersungkur di tanah. Tubuh Lusia dan Lucy berguling di pasir hingga membuat tubuh Lucy terseret jauh dari tempatnya semula berada.


Srukkk!


Lusia menindih tubuh Lucy. Wanita itu mencekik Lucy hingga membuatnya tidak bisa bernapas. Lucy meronta, berusaha untuk membebaskan diri. Dia menggunakan segala tenaganya untuk melawan. Sialnya Lusia bukanlah tandingannya. Gadis itu bukanlah gadis biasa yang bisa dia lawan dengan tangan kosong.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh, profesor!" Lusia menekan cekikannya hingga membuat Lucy terbatuk-batuk.


Di sisi lain Rei langsung berhenti di tempatnya begitu melihat Lusia berusaha untuk membunuh Lucy. Dia membelalakkan mata karena Lusia bisa dengan mudah keluar dari perangkap yang dia buat.


Liana... Rei bergegas lari. Tubuhnya melesat, melayang bagaikan anak panah. Bergerak menuju arah Lusia. Rei segera menarik gadis itu menyingkir dari Lucy. Hingga Lucy berhasil terbebas darinya.



"Uhuk... Uhuk..." Lucy terbatuk sambil bangun. Ia berusaha mengatur napasnya.


"ARGHH!" Lusia memberontak. Wanita itu terbang dan langsung berbalik menghadap ke arah Rei. "Beraninya kau menggangguku!"


"Lusia sadarlah! Apa yang kau lakukan salah. Jangan berpihak pada mereka..."


"Memangnya kau siapa bisa mengaturku!" Lusia terbang ke arah Rei. Menyerangnya dengan tangan kosong. Rei dengan cepat terbang menghindar. "Jangan lari kau!"


Lusia tak menyerah. Wanita itu terus menyerang Rei dengan begitu cepatnya. Pergerakannya sempat membuat Rei kewalahan, tapi Rei berusaha keras untuk mengimbanginya.


"Kau sama saja seperti mereka. Kau adalah pengganggu, dan kau harus dimusnahkan!" Lusia meninju Rei. Namun dengan lihainya lelaki itu menghindar. Sebelah tangannya yang lain kembali bergerak menyerangnya. Dia mencoba mencakar wajah Rei. Beruntung Rei bisa menahan tangan wanita itu sebelum serangannya mengenai wajah.


"Lusia, sadarkan! Ini aku!" Rei kembali mencoba menyadarkan Lusia. Alih-alih mendengarkannya. Lusia kembali menyerang Rei. Menendang perut lelaki itu dengan menggunakan kekuatannya hingga membuat tubuh Rei terpental di udara. Tubuh Rei terdorong hingga punggungnya menghantam batang kayu besar.


Rei meringis. Tubuhnya yang melayang perlahan turun, jatuh mengenai tanah. Lusia tidak lantas meninggalkannya begitu saja. Wanita itu langsung mengejarnya dan berusaha menyerangnya lagi.


Di sisi lain, Lucy segera bangkit dari posisinya dan berlari menuju arah Martin yang mencoba melarikan diri saat sadar Lusia sudah di alihkan ke tempat lain oleh Rei.


Brukk!


Lucy menangkap Martin. Menindih lelaki itu dengan tubuhnya, dan mengunci pergerakannya dengan memegangi kedua tangannya ke arah belakang. Martin memberontak. Dia berteriak sambil terus meronta.


"Lepaskan aku! Lusia, tolong aku!" Martin berteriak sekencang-kencangnya. Berharap Lusia bisa mendengarkan suaranya.


"Diam atau aku akan langsung menghabisi mu!" ancam Lucy sambil menodongkan senjatanya. Wanita itu memegangi tubuh Martin dengan sekuat tenaga. Ini adalah momen yang selama ini dia nantikan. Menangkap para penjahat yang sudah membunuh sahabatnya, dan membalaskan kematiannya dengan tangannya sendiri.


"AKU BILANG LEPASKAN AKU!" teriaknya.


...***...