Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 503 - Pergilah ke neraka!



...***...


Pria itu berhenti. Ia lalu menggerakkan kedua tangannya mengikuti alur setiap serangan Derek padanya.


Duarr! Duarr! Duarr!


Satu persatu benda itu meledak sebelum sempat mengenai dirinya. Mads tersenyum simpul melihat Derek yang terus berusaha menyerangnya.


Mads kembali melangkah. Berjalan menuju arah Derek yang terus melemparkan barang-barang di dekatnya. Bahkan termasuk api yang berkobar dari sisa kertas penelitiannya yang terbakar.


Terlalu sibuk berusaha melawan, membuat Derek tidur sadar bahwasanya Mads semakin dekat ke arahnya.


Pria itu langsung mencekik Derek begitu berada dihadapannya. Derek spontan menjatuhkan seluruh barang yang dikendalikannya.


"Kau sudah bermain terlalu lama, dan sudah saatnya kau ikut denganku!" Mads mengangkat tubuh Derek hingga ke udara.



Tenaga Mads yang begitu kuat membuat Derek kesulitan untuk bernapas. Terutama pria itu mencekiknya tepat di antara saluran pernapasannya.


Derek mulai merasa lemas. Pasokan oksigennya terus menipis dan kesadarannya semakin berkurang.


Derek terus berusaha memberontak. Melawan Mads, tapi setiap usahanya gagal.


A… aku tidak bisa bernapas. Derek terus meronta.


"Kau tidak akan bisa membebaskan diri begitu mudah." Mads mengencangkan cekikannya.


Di sisi lain, Pricilla yang melihat Derek kesulitan untuk melawan lantas bersusah payah bangkit dari posisinya.


Ia bangun tertatih-tatih. Ia menoleh ke sisi kiri dan kanannya, mencari sesuatu untuk membantu Derek.


Pricilla mengambil sebuah potongan kayu dari reruntuhan bangunan. Ia mencengkramnya erat lalu berlari menuju arah Mads.


Bugh!


Pricilla memukul keras pria itu dengan batang kayu yang di genggamnya. Alih-alih merasa kesakitan, yang terjadi justru batang kayu itu patah menjadi dua bagian.


Mads menoleh ke arah Pricilla yang kini berdiri tercengang melihat batang kayunya patah.


Brukk!


"Kau juga ingin ikut bermain denganku?" Mads membalikan tubuhnya ke arah Pricilla.


Derek mendongak menatap Pricilla yang mulai ketakutan dengan wajahnya yang berubah pucat. Ia bergerak perlahan, melangkah mundur berusaha menjauh dari Mads yang tampak siap untuk menghajarnya.


"T… tidak! Jangan sakiti dia!" teriak Derek yang bahkan sama sekali tidak di dengar Mads.


Derek ingin bangkit dan membantu Pricilla. Energinya seakan terkuras habis karena sejak tadi berusaha meronta melawan Mads.


Mads mencekik Pricilla dan mendorongnya ke arah dinding.


"Akh—" Pricilla meronta sambil berusaha bebaskan dirinya.


"Kau tidak akan bisa lepas dariku!" Mads tampak murka. Ia mengencangkan cekikannya hingga membuat dinding lain di sana terperosok karena dorongan tangannya pada tubuh Pricilla.


"Uhuk…" Pricilla terbatuk. Kehabisan oksigen. Darah segar mengalir keluar dari mulutnya.


"Aku akan membereskanmu lebih dulu sebelum membawa Derek."


Pricilla semakin merasa lemas. Oksigennya terus menipis, kepalanya terasa pusing dan ia mulai kehilangan kesadarannya secara perlahan.


Aku sudah berusaha untuk melindunginya…


Tidak apa, walau aku harus berakhir seperti ini…


Kedua tangan Pricilla mulai menggantung tak bertenaga.


Kedua matanya berkaca-kaca, menatap ke arah Derek dengan nanar.


Walaupun harus harus mati sekarang, setidaknya aku sudah mengatakan apa yang harus kukatakan sebelum sisa umurku habis…


Mads menghantamkan kepala Pricilla hingga darah mengucur lebih deras dari tubuhnya.


"Tidak…" Derek di sana meneteskan air matanya saat melihat Pricilla, wanita yang dicintainya dalam kondisi seperti ini.


"Pergilah ke neraka." Mads semakin tersenyum puas. Kukunya menusuk.


...***...