Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 183 - Menghabiskan malam bersama



...***...


"Hubungan kita adalah sebagai atasan dan bawahan," bisik Leon tepat di telinga Elvina.


Elvina membuka kedua matanya spontan. Ia beradu tatap dengan Leon yang kini menyeringai ke arahnya. Elvina mendorong tubuh pria itu hingga menyingkir dari hadapannya.


Wajah Elvina merah padam. Sedangkan Linda benar-benar speechless dibuatnya.


Gila! M… mereka benar-benar gituan, kan? batin Linda, ia tak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Rasanya seperti tak nyata.


Linda masih menatap lekat ke arah keduanya. Elvina hanya diam dengan wajah memerah, tatapan matanya fokus pada pintu lift dihadapannya. Sedangkan Leon, entah kenapa pria itu malah membasahi bibirnya dengan menggunakan lidahnya, kemudian mengusapnya pelan dengan tangan.


Argh! Aku mungkin sudah tidak waras! Mereka benar-benar berciuman! pekik Linda dalam hatinya. Ia makin salah paham setelah melihat gerak-gerik Leon barusan.



Sial! Kenapa aku malah berdebar-debar seperti ini? Ada apa denganku? Elvina memegangi dadanya. Degup jantungnya entah kenapa tiba-tiba saja berdetak tak karuan, tidak seperti biasanya.


Elvina berusaha menghiraukannya. Ia terdiam tanpa kata seraya menatap pintu lift dan berharap secepatnya pintu itu terbuka. Tapi dalam diamnya, mendadak pikirannya stuck pada adegan dimana Leon mendekatkan wajahnya, beradu tatap dengannya dalam jarak begitu dekat. Untuk pertama kalinya. Elvina merasa kalau Leon itu tampan.


Akhirnya pintu lift terbuka. Elvina bergegas melangkah keluar dengan Linda dan meninggalkan Leon di belakang mereka.


Pria itu bergegas berlari berusaha mengejar Elvina dan Linda yang kabur begitu saja.


"Elvina, apa yang terjadi?!" Linda menarik tangan sahabatnya hingga membuat Elvina berhenti di tempatnya dan menoleh padanya.


"Maksudmu?"


Elvina menghela napas berat. Ini semua gara-gara Leon. Linda sampai mendengar dan mengira kalau dirinya dan Leon benar-benar memiliki hubungan.


"Aku tidak memiliki hubungan dengannya. Kau tahu sendiri, 'kan kalau aku sangat membenci si tukang perintah itu?"


"I…. Iya. Tapi… apa yang terjadi di lift tadi?"


Elvina terdiam dengan wajah yang masih terasa panas. Setiap kali mengingat kejadian di lift barusan, jantung dan otaknya selalu merespon dengan reaksi yang diluar dugaan.


"T… tidak ada yang terjadi." Elvina gagap.


"Lalu, aku juga secara tidak sengaja dengan kalau kau dan pak Leon kemarin menghabiskan malam bersam… hmph…" Elvina membekap spontan mulut sahabatnya itu. Semua orang yang berjalan di sekitar mereka seketika menatap mereka lekat.


Elvina cepat-cepat membawa Linda keluar gedung. "Pelankan suaramu! Aku tidak ingin orang lain sampai salah paham," bisik Elvina padanya sambil menurunkan tangannya.


"Ceritanya panjang, tapi aku akan menjelaskan semuanya padamu, nanti. Intinya tidak ada apa-apa yang terjadi kemarin malam, dia hanya terjebak di rumahku karena pulang terlalu malam. Itu saja."


"Benarkah?" Linda mengeluarkan smirk-nya. "Lalu apa yang kalian lakukan semalaman?"


"Apa maksudmu? Tentu saja tidak ada, kau pikir apa yang akan kami lakukan?" Elvina melotot menatap sahabatnya.


"Ayolah, tidak mungkin tidak ada yang kalian lakukan. Aku tahu sesuatu terjadi, lagipula kalian adalah dua orang dewasa yang berada dalam satu rumah. Bisa saja malam-malam kalian…" Linda menggantung kalimatnya, wajahnya merona. Ia menunduk membayangkan yang terjadi.


...***...