Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 395 - Siapa dia?



...***...


Siapa sebenarnya wanita itu? Kenapa Leon memeluknya seperti itu? Apakah mereka sangat dekat satu sama lain? Apakah jangan-jangan mereka adalah mantan kekasih? Elvina terdiam dengan berbagai pertanyaan yang terus datang menghampirinya. Otaknya terus teringat akan kejadian beberapa saat yang lalu, kejadian dimana ia melihat Leon—kekasihnya, berpelukan dengan wanita lain.


Elvina cemburu dan terus dihampiri pemikiran buruk tentang hubungan mereka. Terlebih wanita itu lebih cantik darinya.


"Arghh!" Elvina menghela napas panjang. Ia merebahkan punggungnya pada sandaran kursi yang tengah ia duduki. Kepalanya mendongak menatap langit-langit ruang kerjanya.


"Sejak tadi aku tidak bisa fokus bekerja," gumamnya pelan.



Tok! Tok!


Pintu ruangannya di ketuk pelan. Atensinya seketika beralih pada Linda yang kini melangkah masuk ke dalam ruangannya.


"Sudah waktunya makan siang, ayo pergi makan siang bersama di kafetaria," ajaknya seraya menatap jam yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya.


"Sepertinya aku tidak akan makan siang hari ini. Kau pergi sendiri saja."


"Lho, kenapa?"


"Aku sedang tidak berselera."


"Oh, ayolah jangan seperti itu. Lagipula kau masih memiliki pekerjaan, kau harus beristirahat dan makan sebentar agar tenagamu terisi lagi. Ayo bangun!" Linda menarik tangan Elvina, berusaha membuat wanita itu bangkit dari duduknya.


"Aku sedang tidak berselera." Elvina berucap malas.


"Makan siang itu lebih penting dari bekerja! Ayo bangun. Tidak ada gunanya kau terus bekerja kalau tenagamu tidak ada." Linda berhasil membuat Elvina bangun dari duduknya.


Elvina berjalan gontai.


"Sudah aku bilang, aku sedang tidak berselera."


"Kau harus tetap makan. Lagipula kalau kau tidak makan, aku harus makan dengan siapa? Kau tahu sendiri kalau kau adalah sahabat terbaikku di kantor." Linda dan Elvina melangkah keluar ruangan. Mereka berdua berjalan menuju arah kafetaria.


"Oh, benar. Aku lupa membawa ponsel dan dompetku. Tunggu di sini sebentar, aku akan segera kembali setelah membawanya. Jangan pergi kemana-mana, okay?" Linda melepaskan genggaman dan berlari meninggalkan Elvina.


"Aku tidak akan… argh, dia main pergi saja." Elvina menggaruk kepalanya melihat sahabatnya yang sudah berlari dengan cepatnya menuju ruang kerjanya.


Elvina berdiri seorang diri di sana. Mau tidak mau, ia jadi harus menunggu Linda kembali.


"Elvina!" Suara seseorang yang menyerukan namanya membuat Elvina refleks menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati Leon yang baru saja tiba dengan Lucy di sampingnya.


"Leon," lirihnya pelan.


Lucy dan Leon berdiri di hadapan Elvina.


"Siapa dia?" tanya Lucy pada Leon.


"Kenalkan, ini Elvina, dan Elvina kenalkan ini Liana." Leon memperkenalkan Elvina.


Lucy tersenyum simpul ke arahnya hingga membuat Elvina terpesona. Lucy terlihat lebih cantik ketika wanita itu tersenyum. Lucy dan Elvina berjabat tangan seraya memperkenalkan diri masing-masing.


"Nice to meet you," ujar Lucy dengan ramah.


"Nice to meet you too," sahut Elvina yang berusaha menyembunyikan kecemburuannya. Ia tidak ingin Lucy melihat rasa cemburunya dengan jelas.


"Aku tadi ke ruanganmu, ternyata kau di sini. Ayo makan siang bersama," ajak Leon.


Elvina terdiam sejenak. Ia beralih menatap Lucy yang kini juga menatapnya


"Kalian makan berdua saja, aku sudah memiliki janji untuk makan bersama Linda," tolak Elvina.


Leon mengubah air mukanya. Nada bicaranya berbeda.


...***...