Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 133 - Gagal



...***...


Prang!


Suara pecahan kaca yang di dengarnya membuat Leon semakin cemas.


Ada yang tidak beres. Apa yang sedang terjadi di dalam? Apakah jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Elvina? Aku harus membantunya. Leon semakin resah begitu mendengar suara pecahan kaca yang di dengarnya.


Leon bergerak cepat, ia segera pergi mencari manajer restoran dan memintanya untuk membukakan pintu toilet, karena ada yang tidak beres di dalam sana.



...*...


"Kau membuat kesalahan besar!" Melinda terus mengangkat tubuh Elvina yang sudah mulai lemas kehabisan oksigen. Elvina baru saja menggunakan kekuatan terakhirnya untuk memberikan isyarat pada Leon yang terus berteriak di luar toilet seraya menggedor-gedor pintunya.


Leon… aku mohon, datanglah… aku sudah tidak tahan lagi. Elvina mulai merasakan tubuhnya yang semakin lemas bersamaan dengan kesadaran dan oksigennya yang semakin menipis.


"Tidurlah agar aku lebih mudah membawamu," gumam Melinda.


Brakk!


Pintu di buka dengan sangat kasar. Melinda tersentak kaget begitu pintu terbuka, ia spontan menjatuhkan tubuh Elvina dan menghilang dengan kekuatannya.


"Elvina!" Leon bergerak cepat menghampirinya dengan si manajer restoran yang telah membantunya membuka pintu toilet.


"Elvina, bangun!" Leon menepuk-nepuk pipinya pelan. Berharap ia sadar, Leon benar-benar cemas dengan keadaannya yang sekarang tidak sadarkan diri, apalagi ketika melihat kekacauan yang kini terlihat dihadapannya.


"Ada apa ini… apa yang terjadi?" Manajer restoran itu diam terpaku ditempatnya, ia mengedarkan pandangannya menatap ke sekeliling toilet yang tampak sangat berantakan.


Leon mengangkat tubuhnya dan membawanya pergi dari sana. Sementara itu, walau Elvina dalam keadaan setengah sadar, namun ia samar-samar dapat melihat Leon yang tampak sangat mencemaskan dirinya.


...*...


Sial! Aku gagal. Padahal hanya sedikit lagi, dan aku akan berhasil menangkapnya. Melinda mengepalkan tangannya erat. Ia benar-benar kesal karena Leon harus datang disaat-saat terakhir dan mengacaukan segalanya.


"Tapi tidak apa-apa. Mungkin sekarang aku gagal, namun selanjutnya… aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja. Ini semua baru permulaan."


Melinda menatap Leon yang kini berjalan dengan menggendong tubuh Elvina dalam dekapannya.


Wanita itu melangkah hendak pergi dari tempatnya, tapi secara tiba-tiba seseorang menghentikan langkahnya.


"Ternyata kau yang sudah membuat kekacauan tadi?" ucapnya. Melinda menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati seorang lelaki tinggi berambut gondrong yang diikat satu ke belakang. Lelaki itu mengenakan pakaian putih dengan apron yang terpasang di tubuhnya.


Pria itu berdiri sambil menyandarkan bahunya pada dinding. Kedua tangannya terlipat rapi di depan dada bidangnya, sedangkan sebelah kakinya menyilang, dan matanya menatap Melinda intens.


Melinda mengeluarkan smirk-nya. "Maaf, tapi aku tidak mengerti apa maksudmu," elaknya. Melinda menyibak beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya, dan menyempilkannya diantara daun telinga.


Melinda melangkah. Pria itu lebih dulu menarik tangannya, memutar tubuhnya hingga menabrak dinding. Ia mengurung Melinda dengan tangannya.


"Aku tahu kalau kau adalah seorang evolver," bisik pria itu yang semakin intens menatapnya.


Melinda beradu pandang dengan lelaki yang kini mengurung tubuhnya. Cukup tampan, begitu pikirnya saat wajah mereka berada dalam posisi begitu berdekatan satu sama lain. Hanya berjarak beberapa centimeter.


...***...