Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 291 - Kemana kau sebenarnya?



...***...


"I… ini tidak mungkin! Aku tidak percaya. Ini tidak nyata, kan? Apa yang tertulis di sini semua bohong, kan?" Lusia berada di ambang ketidak percayaan.


Gadis itu enggan melanjutkan artikelnya hingga selesai. Ia memilih untuk mengeluarkannya dan segera menelpon Heru guna meminta penjelasan.


Sesaat nadanya berdering sampai akhirnya, ada jawaban dari lelaki di seberang sana.


"Apa maksudnya ini?" tukas Lusia begitu sambungan telponnya terhubung dengan Heru di seberang sana.


"Aku tahu kau tidak percaya. Karena aku juga sama-sama tidak percaya sepertimu, maka dari itu aku memintamu untuk menjelaskan semuanya. Ini semua bohong 'kan? Aku sudah tanya pada Gloria, tapi dia malah melarangku untuk bertanya padamu," jelasnya panjang lebar.


"A… aku tidak tahu."


"Bagaimana mungkin kau tidak tahu, bukankah kau juga satu SMP dengannya?"


"K… kita bicara lagi nanti. Yang pasti sekarang, bantu aku untuk menemukan orang yang sudah menulis artikel ini dan minta dia untuk menghapusnya secepat mungkin!"


"Baiklah. Akan aku lakukan. Kalau begitu, kau coba hubungi dia dan tanyakan semuanya pada dia. Kita juga butuh penjelasan darinya. Seharian ini aku sudah berusaha menelponnya, tapi nomornya tidak aktif. Ini membuatku semakin curiga padanya. Mungkin kalau kau yang menghubunginya, dia akan menjawabnya."


"Ya, aku akan berusaha menghubunginya."


"Hubungi aku kalau kau sudah tahu jawabannya."


Lusia menutup sambungan telponnya sepihak. Dunianya seakan hancur membaca isi artikel yang tertulis pada forum sekolahnya.


Bahkan artikel yang tertulis di sana sudah di baca ribuan kali oleh semua orang di sekolahnya.


"Aku tidak bisa tinggal diam! Aku butuh penjelasan darinya!" Lusia menekan tombol telpon dan mencari namanya. Ia berusaha menghubungi lelaki yang sedang ramai di perbincangkan seisi sekolahnya itu.


Lusia jadi curiga, walau sebenarnya ia percaya hatinya mengatakan kalau lelaki itu tak sama seperti apa yang di tulis oleh si penulis artikel di forum sekolahnya.


"Kenapa kau tidak mengangkat telponku? Kemana kau sebenarnya? Apakah kau berusaha menghindar dari semua pertanyaanku setelah artikel ini muncul?" Lusia menatap ponselnya yang kini menyala menampakkan layar panggilan yang nyaris mencapai seratus kali panggilan yang tak satupun diantaranya di jawab oleh nomor yang ditujunya.


"Jangan membuatku kecewa. Aku mohon, Rei…"



...*...


Pricilla menghela napas. Tubuhnya jadi terasa tidak enak setelah hujan-hujanan karena lupa untuk membawa payung.


Sialnya lagi, ia harus pulang larut malam karena pekerjaannya yang baru saja selesai.


Pricilla mengendarai mobilnya menyusuri jalanan malam yang masih diguyur hujan dengan kabut yang menyelimuti.


"Sepertinya akhir-akhir ini Dewi Fortuna tidak berpihak padaku. Aku terus saja di timpa ketidak beruntungan secara berulang kali selama tiga hari berturut-turut ini," gumamnya yang terus melajukan mobilnya.


Ciiittt…


Mendadak ia menginjak pedal rem saat seorang pria secara tiba-tiba menghentikan mobilnya di tengah jalanan sepi.


"A… apa ini? Siapa pria itu? Kenapa dia tiba-tiba menghentikanku? Apakah jangan-jangan dia ingin mencuri? Atau jangan-jangan dia begal?" Pricilla ketakutan. Ia ingin melarikan diri, tapi pria itu berdiri di depan mobilnya menghalangi jalan. Pria itu mulai mendekat.


...***...