Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 524 - Tipu muslihatmu!



...***...


"Siapapun kau, tolong adikku. Dia terluka, dan dia membutuhkan bantuan!" teriak Joe.


Hal itu membuat Luna panik dan segera menghampiri Joe.


"Aku membutuhkan bantuan!" kata Joe sambil mendongak pada wanita yang baru saja tiba dihadapannya.


Luna berjongkok dengan wajah panik, ia memperhatikan pria yang kini terbaring di atas pangkuan Joe.


"Apa yang terjadi padanya? Kenapa kalian bisa sampai di sini, apakah kalian juga…" Luna menggantungkan ucapannya begitu mendongak dan beradu tatap dengan Joe.


"Kau!" kagetnya. Air mukanya berubah pucat saat sadar pria yang baru saja meminta bantuannya adalah Joe.



Brukk!


Luna melangkah mundur hingga tubuhnya tersungkur jatuh. Joe yang menyadari gelagat aneh Luna, merasa yakin kalau mereka pernah bertemu sebelumnya walaupun ia tidak benar-benar ingat dimana.


"Tidak, tunggu. Jangan pergi, aku mohon bantu adikku!" teriak Joe.


Luna bangkit dari posisinya.


"Untuk apa aku membantumu? Kau adalah penjaga, dan kau datang kemari pasti untuk mencari kami 'kan?" Luna berusaha untuk tenang. Ia melangkah secara perlahan-lahan sebelum berbalik dan mengambil langkah seribu seperti yang dia rencanakan dalam benaknya.


"Aku memang penjaga, tapi aku mengkhianati mereka."


"Bagaimana aku bisa percaya padamu? Bagaimana kalau semua ini hanya tipu muslihatmu untuk menangkap kami?"


"Aku mohon, bantu aku dan adikku. Adikku benar-benar membutuhkan penanganan secepatnya!"


"Aku tidak mau. Kau penjaga, kau bisa saja berpura-pura untuk menyelinap masuk ke dalam persembunyian kami sebelum akhirnya menangkap kami semua!"


"Tidak, aku janji aku tidak akan melakukannya. Lagipula aku benar-benar sudah berkhianat. Aku melarikan diri dari mereka dan menyelamatkan adikku. Aku bahkan sekarang menjadi buronan profesor!"


"Tidak mungkin!" Luna masih tidak percaya dengan apa yang terucap dari bibir Joe.


Joe benar-benar ingin menangis kencang rasanya saat Luna benar-benar tidak percaya dengan kalimatnya.


Derek dalam ambang bahaya saat ini. Kondisi tubuhnya tidak baik setelah ia memaksakan diri membawanya berenang hingga ke pulau seberang.


Denyut jantungnya melemah, dan kalau tidak secepatnya di tangani, maka dia akan mati.


"Luna!"


Seorang wanita lagi berteriak sambil menghampirinya bersama dengan beberapa orang lainnya.


"Apa yang sedang kau lakukan di…" Wanita yang baru saja tiba itu menghentikan kalimatnya saat ia menoleh ke arah yang di tatap Luna.


Ia tercekat, bersama dengan beberapa temannya yang lain.


Wajah familier Joe benar-benar masih membekas dalam ingatan mereka.


"Kau!" kata mereka serentak dengan wajah kaget.


"Sedang apa kau di sini?!" kata Fero dengan tatapan tak bersahabat.


"Kau baik-baik saja? Apakah dia melukaimu, Luna?" tanya temannya yang lain sambil menoleh pada Luna.


Luna hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Kenapa penjaga sepertimu bisa ada di sini?" Fero mendelik ke arahnya.


"Tolong aku!" Hanya kalimat itu yang terus Joe katakan.


"Tolong?" Teman-temannya yang lain menaikkan alis mereka dengan raut wajah bingung.


"Dia bilang adiknya terluka dan membutuhkan pertolongan, tapi aku tidak percaya itu. Aku yakin, dia hanya berpura-pura agar bisa menyelinap masuk ke desa kita," jelas Luna.


"Benarkah?"


"Huh, itu tidak akan berhasil pada kita," ujar seorang wanita sambil menaikkan sebelah sudut bibirnya.


"Aku mohon, bantu aku! Aku membutuhkan bantuan kali. Hanya kalian…"


...***...