
...***...
Kemana sebenarnya dia akan membawaku? pikir Elvina yang terus melangkah di belakang profesor.
Elvina sudah berulang kali melewati lorong. Dan sepanjang jalan, ia terus menemukan jalan lain yang tampak serupa. Tempatnya berada ini malah terasa seperti labirin.
Perhatian Elvina tersita oleh sebuah layar hologram di dinding berisi peta. Elvina terdiam sejak dan menatap lekat peta yang ada di dinding.
Ini… ini adalah denah dan peta lokasi bangunan ini? Aku harus mengingatnya! batinnya. Elvina menatap lekat gambar denah gambar lokasi bangunan laboratorium yang luasnya seperti labirin itu.
Tidak lama, Elvina segera berlari mengikuti profesor yang terus berjalan dan cukup jauh dari tempatnya berada.
Profesor membawa Elvina menuju lorong lain yang memiliki lebih banyak evolver penjaga dan robot android yang berpatroli di sekitarnya.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu yang berada di ujung lorong. Di sisi lorong ada dua robot penjaga besar yang bentuknya sebesar manusia.
Keduanya berhenti di depan pintu tersebut. Elvina mengedarkan pandangannya ke sisi kiri dan kanan dimana lorong bercabang lain, berada. Ia mengerutkan keningnya begitu melihat ada cahaya terang yang tidak biasa dari arah lorong sebelah kirinya.
Cahaya itu… apakah jangan-jangan di sana ada pintu keluar? inner-nya.
Profesor sibuk dengan kunci di pintu. Di layar hologram yang tampil di sisi kanan pintu, tepatnya di dekat dinding. Ia menekan beberapa tombol sampai suara bot terdengar memberikan instruksi padanya.
Pintu baja terbuka secara otomatis. Profesor segera mengajak Elvina untuk masuk. Elvina hanya mengangguk dan berjalan mengikutinya dari arah belakang dengan langkah pelan.
Mereka tiba di dalam lorong lain, namun lebih pendek. Di sana, ia dapat melihat pintu baja lain yang masih tertutup.
Profesor menghampiri layar hologram yang serupa. Kali ini dengan instruksi yang berbeda. Agar pintunya terbuka, ia harus melakukan scan sidik jari bagian jempolnya, lalu scan mata, wajah, dan voice match atau pencocokan suara. Setelah semuanya dilakukan, pintu itu akhirnya terbuka menampakkan bagian dalamnya yang begitu luas.
Elvina tiba di dalam bersama dengan profesor. Pintu baja tadi tertutup begitu mereka berdua tiba di dalam.
Elvina mendongak menatap ke sekeliling. Ia membulatkan mata begitu melihat apa yang ada dihadapannya.
Sebuah ruangan besar. Lebih luas dan lebih besar jika dibandingkan dengan laboratorium tempatnya melakukan tes fisik. Ruangan itu ada dua lantai, dengan bagian atasnya dapat dilihat dengan jelas oleh Elvina yang berada di bawah.
Elvina melangkah ke arah tengah, dimana terdapat tempat yang lantainya sedikit menonjol ke bawah. Di sana terdapat beberapa layar komputer dengan monitor super besar. Alat-alat aneh yang terpasang satu sama lain, dan beberapa benda yang biasa di pakai di laboratorium.
Fokus pandang Elvina justru lebih ke arah tabung-tabung raksasa yang berjejer di seisi ruangan. Menghiasi dua lantai itu.
Di dalamnya terdapat manusia dengan tanpa mengenakan sehelai benangpun di tubuh mereka. Tenggelam di dalam cairan berwarna keunguan dengan beberapa alat yang terhubung pada beberapa bagian tubuh mereka. Alat itu terhubung dengan monitor.
...***...