
...***...
"Mulai sekarang sepertinya kau harus belajar beladiri agar mereka tidak berani melakukan hal itu padamu lagi," ujar Yeon-woo.
"Aku akan mengikuti saranmu. Sekali lagi, terima kasih karena sudah membantuku. Aku berhutang budi. Aku tidak akan pernah melupakan hal ini. Suatu saat nanti, kebaikanmu akan aku balas," ujar Griselda sambil tersenyum simpul.
"Baiklah, kalau begitu kami pamit." Gavin melambaikan tangan ke arahnya lalu beranjak pergi dengan Hero dan Yeon-woo.
Mereka meninggalkan gadis itu seorang diri di sana.
...*...
"Kalau begitu sampai jumpa besok."
"Iya, sampai jumpa besok!" Yeon-woo melambaikan tangan ke arah kedua temannya yang sudah lebih dulu naik ke dalam Flyus yang akan mengantarkan mereka ke rumah. Flyus adalah semacam bus terbang tanpa roda yang bergerak dengan bantuan pendorong turbo, dan biasanya di kendarai oleh sebuah robot android yang dirancang untuk mengemudikan sebuah mobil.
Sementara itu, Yeon-woo masih harus berjalan sebentar. Hingga tiba di pertigaan tak jauh dari tempatnya berada.
Karena rumahnya berbeda arah dengan kedua temannya, Yeon-woo mau tidak mau harus berpisah dengan mereka setiap pulang sekolah. Terlebih kalau mereka tidak memiliki acara bersama sepulang sekolah.
Yeon-woo mengalihkan fokusnya pada Holoswitch yang melingkar di pergelangan tangannya. Benda semacam jam berbentuk ramping dengan tampilan hologram itu adalah alat multifungsi yang digunakan untuk berkomunikasi oleh semua orang di zaman ini. Holoswitch kegunaannya hampir mirip seperti jam pintar. Hanya saja dengan tampilan hologram dan juga merupakan pengganti ponsel model kuno.
Tampilan hologram muncul dihadapannya. Di sana tertera sebuah kalender kecil berisi tanggal hari ini dan sebuah simbol berbentuk lonceng. Yeon-woo memasang pengingat hari ini sebagai anniversary pernikahan kedua orang tuanya.
Yeon-woo terus melangkah hingga akhirnya tiba di pertigaan yang dilihatnya. Ia berhenti sebentar. Menunggu traffic light di sana berubah menjadi merah agar dirinya bisa lewat.
Setelah warnanya berubah, ia melangkah menuju seberang agar bisa tiba di Flyus station yang ditujunya.
Biippp!!!
Saat sedang berjalan, tiba-tiba saja suara klakson Carfly di dengarnya. Yeon-woo tersentak. Ia mendadak berhenti tanpa sadar dan menoleh. Tapi baru saja dia menggerakkan kepalanya, Carfly itu sudah lebih dulu menabrak tubuhnya.
Brakk!
Tubuh Yeon-woo terpental seketika begitu tubuhnya dihantam tanpa diduga oleh Carfly yang dilihatnya.
Semua orang yang melihat itu mendadak diam sambil membulatkan kedua mata mereka. Semua orang benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
Sementara Yeon-woo tertabrak dan tubuhnya terhempas jauh, beda halnya dengan Carfly yang mereka lihat. Benda itu sempat berhenti sebentar. Tampak jelas bahwa si pengemudi berusaha keras untuk mengerem. Tapi tak lama, benda itu kembali melaju meninggalkan tempat kejadian.
Semua orang seketika berkumpul dan menghampiri lelaki yang baru saja mengalami tabrak lari itu. Salah satu orang yang ada di tempat kejadian bergegas menghubungi rumah sakit untuk meminta mereka mengirimkan ambulan. Sementara salah satu orang lain menghubungi kantor polisi secepatnya agar orang yang menabraknya cepat di tangkap.
Tak lama, ambulan datang.
...***...