Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 449 - Pengecut



...***...


Tanpa banyak omong kosong. Rei menyerang Andrich dengan kemampuannya hingga menyebabkan lelaki itu tersungkur jatuh di tanah.


Rei menarik kerah bajunya dengan tatapan penuh emosi.


"Apa sebenarnya tujuan kalian menangkapnya?" Rei mengepalkan tangannya, bersiap meninju wajahnya.


"Bukan tujuanku dan Melinda. Kami sebenarnya memiliki tugas yang berbeda." Andrich tersenyum simpul. Mengubah dirinya menjadi asap dan beralih ke tempat lagi.


Rei bangkit, menoleh langsung ke arah Andrich yang sekarang berdiri di belakangnya.


"Tuan yang menugaskan aku untuk menangkap kekasihmu itu."


"Tapi kenapa dia menginginkannya?" Rei berusaha mengatur emosinya.


"Aku sendiri tidak tahu. Tapi, mungkin saja dia adalah salah satu evolver yang selama ini menjadi target tuan, tapi belum tertangkap. Maka dari itu aku di tugaskan untuk menangkapnya."


Andrich kembali mengubah dirinya menjadi asap dan berpindah ke belakang Rei, hingga membuat Rei kembali berbalik arah.


"Sedangkan Melinda sendiri, di tugaskan profesor untuk menangkapmu."


"Bebaskan Lusia!"


"Tidak bisa."


Kepalan tangan Rei semakin erat hingga membuat urat-urat pada tangannya bermunculan. Bersamaan dengan itu, tanpa ia sadari sebuah percikan tercipta pada kedua kepalan tangannya.



"Aku harus membawa kalian berdua dan membawa kalian pada tuan dan profesor." Andrich berucap santai. Ia beradu tatap dengan Rei. Posisi tangannya terlipat rapi di depan dada.


"Apa yang sebenarnya kalian inginkan? Kenapa kalian harus menangkap kami?" Rei berusaha menahan emosinya dan tetap tenang menghadapi Andrich. Tapi percikan di tangannya semakin jelas. Perlahan, ia bisa merasakan sesuatu pada tangannya. Seperti sebuah sengatan, entah listrik atau petir.


"Tentu saja kami ingin menguasai dunia, dan dengan keistimewaan kalian, semua itu akan terwujud. Begitu juga dengan Lusia,dia akan berubah menjadi evolver sama sepertiku dan yang lainnya. Aku yakin, Melinda pasti sudah…"


Bugh!


Andrich terduduk memegangi dadanya dimana Rei baru saja menghadiahinya sebuah pukulan keras. Anehnya ada sebuah sengatan luar biasa menyakitkan bersamaan dengan pukulannya.


"Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi." Rei berdiri dihadapannya dengan kepala tertunduk dan tangan terkepal.


A… apa itu? P… petir? Bagaimana mungkin dia memiliki kekuatan petir? Andrich terbelalak melihat kilatan petir yang menyelimuti kedua kepalan tangan Rei. Cahayanya semakin lama semakin besar.


Andrich masih berusaha menahan rasa sakit yang menjalar pada tubuhnya.


Sebenarnya seberapa banyak kekuatan yang dia miliki? batinnya.


Rei bergerak ke arahnya, mengangkat tangannya dan melompat dengan tinju yang siap menghantam tubuhnya.


Andrich lebih awas kali ini, ia berhasil menghindari serangan Rei dengan mengubah dirinya jadi asap kemudian berpindah tempat sebelum Rei sempat menghajarnya.


"Kau tidak akan bisa lari!" Rei bergerak cepat mencari keberadaan sosoknya. Berlari ke arah Andrich berpindah, tapi pria itu begitu cepat bergerak dari tempat yang satu ke tempat lain dengan kemampuannya hingga membuat Rei kebingungan.


"Keluar kau! Jangan bersembunyi seperti seorang pengecut!" teriak Rei, berusaha memancing Andrich untuk menampakkan wujudnya.


Rei terus mengedarkan pandangannya, mencari sosok lelaki yang sejak tadi dilawannya. Tapi, sosoknya hilang entah kemana.


Aku yakin dia masih di sini, batin Rei yang terus menatap sekelilingnya.


Bugh!


Tiba-tiba sebuah hantaman keras mendarat pada tengkuk belakangnya.


Brukk!


Rei tersungkur jatuh.


...***...