Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 516 - Evolab035



...***...


Dengan menggunakan helikopter khusus yang dicurinya, Joe pergi ke markas.


Setelah perjalanan beberapa jam, akhirnya ia tiba di pulau tempat dimana adiknya berada.


Joe mendaratkan benda itu di tempat yang jauh dari jangkauan. Ia segera berlari keluar dari dalam helikopternya begitu mendengar para evolver yang menyadari kehadirannya berlarian menuju arah helikopternya berada.


Joe berlari sekuat tenaga, menuju arah tengah pulau agar bisa tiba di laboratorium tempat adiknya berada.


Ia mengendap-endap masuk ke dalam laboratorium.



Brukk!


Joe mendarat dengan kedua kakinya saat ia berhasil menghindari beberapa penjagaan ketat. Ia segera melangkah menuju arah laboratorium utama tempat dimana dulu dirinya dan Derek mengalami masa inkubasi.


Joe menggunakan akses masuk darurat. Hal itu menguntungkan baginya, karena sistem keamanan tidak akan bisa melacak data dirinya.


Keadaan malam yang begitu tenang dan sedikitnya orang yang berjaga, membuat Joe dengan leluasa masuk ke dalam sana.


Ia segera menghampiri beberapa tabung yang berjejer memenuhi laboratorium.


Derek, aku akan membebaskanmu bagaimanapun caranya, pikir Joe yang terus melangkahkan hingga akhirnya menemukan Derek di antara beberapa tabung lain.


Derek…


Joe terdiam memandang adiknya yang kini berada dalam tabung berisi serum evolgesysv-03.


Kedua matanya berkaca-kaca. Ia melangkah perlahan menghilangkan tabung itu dan berdiri tepat dihadapannya.


Joe mengulurkan tangannya, mengusap tabung berisi adiknya itu.


...*...


Laboratorium, dua belas tahun yang lalu.


2008


Joe berjalan menyusuri lorong terbuka menuju bagian lain gedung laboratorium. Ia hendak kembali ke ruangannya setelah menjalani pemeriksaan di laboratorium utama sebelah barat.


Tidak seperti evolver lainnya, Joe ini istimewa. Ia tidak di jaga oleh seorang Evolab ataupun penjaga yang biasanya mengawasi setiap tindakannya.


Joe berkeliaran seorang diri.


Joe tersenyum simpul begitu sadar siapa yang berdiri di tepian lorong itu.


Ia segera menghampirinya yang duduk termenung seorang diri di sana.


"Derek!" panggilnya sambil menepuk pundak lelaki yang jadi adiknya itu.


Derek mendongak menatap Joe yang baru saja tiba dan membuatnya terkejut akan kehadirannya yang tiba-tiba.


"Kau kenapa? Kenapa termenung di sini? Apakah ada yang kau pikirkan?" Joe mengambil duduk di samping adiknya.


Derek terdiam sesaat. Kepalanya tertunduk, menyembunyikan kedua matanya yang berkaca-kaca menahan tangis.


"Kenapa?" Joe tampak bingung. "Apakah terjadi sesuatu? Ceritakan padaku, apa yang membuatmu seperti ini?"


"Kepalaku sakit," lirih Derek setelah beberapa saat terdiam.


Derek mendongak menatap Joe yang masih menunggu kalimatnya. "Aku baru saja melakukan pemeriksaan. Setelah menjalani operasi, kepalaku jadi sering terasa sakit."


"Lalu apa yang terjadi? Apa yang mereka katakan?"


"Mereka bilang, ada masalah dengan chipset di otakku, dan mereka juga akan melakukan operasi lagi untuk memperbaikinya."


"Apa?!" Joe membulatkan kedua matanya.


"Ya, begitu yang aku dengar dari mereka."


"Tapi kenapa bisa? Aku tidak mengerti…"


"Evolab035 bilang bahwa setiap komponen pada chipset yang terpasang di otakku terbakar karena adanya reaksi yang bertolak belakang antara chipsetnya dan sistem otakku. Hal itu menyebabkan komponennya hangus terbakar."


Derek meringis pelan, menahan rasa sakit yang mendadak menyerang kepalanya.


"Arghh…"


"Kau baik-baik saja?" Joe cemas dengan keadaannya.


"Hanya sedikit sakit. Tapi, aku baik-baik saja," gumam Derek dengan suara pelan.


"Sungguh?"


...***...