Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 635 - Kim Sia



...***...


Seoul, Korea Selatan.


2518


Wherever you go in this world, I'll come along. Yang artinya kemanapun kau pergi di dunia ini, aku akan ikut. Begitulah peran Louis yang sampai sekarang melekat pada dirinya.


Walaupun berada di tempat dan waktu yang berbeda, tapi Louis akan selalu bisa merasakan keberadaan Rei. Walau sejauh apapun jarak mereka, dia juga akan tetap bisa menemukannya hanya dengan merasakan auranya saja.


"Aku…, merasakan auranya di tempat ini," gumam Louis yang kini berdiri di depan sebuah bangunan.


Bangunan itu adalah sebuah sekolah. Lebih tepatnya taman kanak-kanak yang kini halamannya tampak kosong karena anak-anak yang ada sedang belajar di dalam kelas.


Louis terdiam. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa aura yang dia rasakan berasal dari tempat ini.


"Entah kenapa aku merasakan auranya dari arah sini. Tapi ini…, adalah taman kanak-kanak. Apakah mungkin di kehidupan ini tuan sudah menjadi seorang ayah?"


Louis hanya terus memperhatikan bangunan itu hingga bel berbunyi dan satu persatu anak mulai berhamburan keluar dari dalam bangunan sekolah.


Tak lama, para orang tua berdatangan untuk menjemput anak mereka.



Louis melangkahkan kakinya. Aura tubuh Rei semakin jelas dapat dia rasakan. Louis berjalan menghampiri kerumunan anak-anak di sana. Sampai kemudian, ia melihat dua orang anak kecil yang sedang berbicara dengan raut wajah murung. Kedua anak itu duduk di ayunan sambil menundukkan kepalanya.


Louis mendekat ke arah mereka, dan begitu berada tepat di dekatnya, dia bisa merasakan auranya semakin jelas.


Louis terdiam. Fokus pandangannya seketika tertuju pada anak laki-laki yang sejak tadi ada di dekatnya. Anak laki-laki itu duduk di ayunan yang letaknya bersebelahan dengan anak perempuan yang menampakkan raut wajah murung.


"Apakah Yeon-woo benar-benar harus pergi?" tanya anak perempuan itu dalam bahasa Korea.


"Iya."


"Sia benar-benar tidak ingin berpisah dengan Yeon-woo…," lirih anak perempuan itu.


Louis terdiam memperhatikannya. Entah kenapa wajah anak laki-laki itu tampak tidak asing. Louis melirik tas yang dikenakannya. Di tas itu, terdapat sebuah gantungan kecil dengan nama dan boneka yang tergantung.


Louis melihat nama Lee Yeon-woo tertulis pada gantungan si anak laki-laki, sementara digantungan si anak perempuan tertulis Kim Sia.


Kenapa aku merasa auranya dari sini? Louis masih belum menyadari apa yang ada dihadapannya.


"Kalau Yeon-woo pindah, bagaimana dengan Sia? Bukankah itu artinya kita tidak akan bisa bermain bersama lagi?" Sia mendongak dengan mata berkaca-kaca. Dari ekspresinya, Louis bisa melihat luapan emosi dari anak itu. Dia sangat sedih karena tahu temannya akan pergi meninggalkannya.


"Jangankan Sia, Yeon-woo juga sangat sedih begitu tahu keluarga Yeon-woo akan pindah…" Yeon-woo menundukkan kepalanya. Ia berusaha keras menahan air matanya.


Sia mengepalkan tangannya erat. Anak itu lalu bangkit dari tempat duduknya dengan air mata yang menggenang di pipinya.


"Kalau begitu Sia tidak mau pergi sekolah lagi! Sia tidak mau sekolah kalau Yeon-woo juga tidak ada di sekolah…"


"Sia tidak boleh bicara begitu," ujarnya seraya bangkit dari posisinya.


...***...