
...***...
Andrich dan tuannya lagi-lagi menghentikan langkah saat melihat Rei tiba di sana serta membakar tangan salah satu anak buahnya.
"Kau tidak apa-apa?" Rei membantu Elvina bangkit.
"Maaf aku terlambat."
"Tidak apa-apa, yang terpenting sekarang kita harus membantu Liana dan yang lainnya. Ayo bantu mereka." Elvina beranjak hendak membantu Aland yang tadi akan di tolongnya. Tapi, Rei lebih dulu menghentikan langkahnya.
"Tunggu! Kita tidak bisa gegabah. Satu kali saja kita salah melangkah, akibatnya akan fatal."
"Maksudmu Rei?" Elvina tidak mengerti.
"Pria berpakaian hitam itu adalah evolver yang mampu mengendalikan makhluk-makhluk dari alam gaib."
"Apa?!"
"Dia sangat kuat, apalagi ada banyak sekali makhluk gaib yang jadi anak buahnya di sini."
"Jadi… sejak tadi aku berhadapan dengan hantu?" Elvina mendadak gemetar, ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan berhadapan dengan sesuatu yang berhubungan dengan alam gaib.
Rei mengerjap hingga membuat iris matanya kembali berubah. Ia memejamkan mata.
Louis, batinnya.
Louis muncul tepat di hadapannya. Pria albino itu menatap Rei yang kini tengah dalam kesulitan.
Kami membutuhkan bantuanmu. Bisakah kau memberikanku ide untuk membantu mereka semua? Terakhir kali pertarunganku dengan pria itu, aku kalah. Tapi kau berhasil memenangkan pertarungannya, kata Rei pada Louis.
Aku akan membantumu, tuan. Louis berdiri melindungi Rei dan Elvina di belakangnya. Ia melirik ke arah kiri dimana Lucy dan William di serang oleh beberapa makhluk sebesar orang dewasa yang sedang memegangi tubuhnya.
Louis mengerjap hingga matanya berubah, lalu dalam satu kali gerakan mata. Tubuh makhluk itu terpental satu sama lain.
William dan Lucy terkejut saat menyadari tubuh mereka kembali bisa digerakkan.
William segera membantu Lucy untuk bangkit dan membawanya menghampiri Rei dan Elvina.
Lucy segera menghampiri Aland setelah melihat pria itu bangun dari posisinya.
Andrich membulatkan mata begitu melihat Rei yang mendatangkan Louis lagi.
Louis melirik ke arahnya hingga membuat makhluk raksasa yang menghalangi mereka sejak tadi itu terdorong hingga menyebabkan tubuh besarnya menghantam keras Andrich dan tuannya.
Brakk!
Dinding di sana seketika rubuh bersamaan dengan tubuh mereka yang tertindih oleh makhluk besar itu.
Kepulan asap muncul dari puing-puing bangunan yang semula runtuh.
Louis berjalan menghampiri Andrich dan tuannya.
Andrich bergegas mengubah dirinya menjadi kepulan asap, bergegas membantu tuannya dan menghilang dari pandangan mereka sebelum semua orang sadar akan kepergian mereka.
Asap perlahan hilang dari pandangan.
Rei dan yang lainnya menghampiri tempat dimana Andrich terjatuh dan mendapati pria itu raib dari posisinya.
Lucy menghela napas geram. Baru saja ia nyaris berhasil menangkap targetnya, tapi lagi-lagi ia harus berakhir gagal.
"Argh!" Lucy menggeram kesal. Aland memegangi pundaknya berusaha membuat wanita itu lebih tenang.
"Kita gagal lagi," lirihnya sambil menatap Aland putus asa.
"Ini belum berakhir," balas Aland.
Elvina dan William menatap ke arah Rei yang sejak tadi berdiri menatap ke arah Louis yang berhasil mengalahkan mereka.
"Rei, apa yang terjadi? Apakah kau baru saja melawan mereka?" tanya Elvina mewakili William.
Rei menoleh pada kedua sepupunya yang baru bertanya.
...***...