Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 680 - Ruangan gelap



...***...


Dorothy dan Cato terus berjalan, menyusuri lorong berisi ruangan yang berjejer di sepanjang koridor. Di setiap ruangan terdapat sebuah jendela yang memungkinkan untuk Dorothy melihat orang-orang di dalamnya. Ada banyak sekali anak-anak yang Dorothy lihat, dan sebagian besar dari mereka berusia sekitar tiga sampai tujuh tahun.


Dorothy syok bukan main dengan seberapa banyaknya anak yang ada di dalam sana. Mereka semua terkurung sendiri-sendiri dalam ruangan yang berisi ranjang tidur, dan mereka mengenakan pakaian bernomor seperti seorang tahanan. "Seberapa banyak anak yang kalian culik? Apakah dari data itu benar, ada lebih dari seribu anak yang berkumpul di tempat ini dari seluruh penjuru dunia?"


"Seperti yang kau tahu. Tapi itu baru sebagian."


"Apa? Memangnya ada berapa banyak anak lagi yang kalian culik?"


"Martin dan Miles bilang ini akan terjadi berulang, setiap tahun anak-anak baru akan datang, dan anak-anak lama akan di bebaskan untuk menjalani kehidupan baru mereka. Seperti kehidupan, ada anak yang datang, dan ada yang pergi." Cato terus berjalan, sementara kini Dorothy terdiam tidak percaya. Semua ini terasa sangat mengerikan. Ternyata Cato, Miles dan Martin lebih gila dari yang dia bayangkan. Mereka bahkan sudah merencanakan hal ini sampai sejauh itu.


"Kenapa kau diam? Apakah kau ingin tetap di sini? Kalau kau terus diam di sini, maka kau akan melewatkan sesi pertamanya."


"Apa maksudmu?" Dorothy beradu tatap dengan wajah bingung.


"Sebenarnya aku mengajakmu ke sini bukan hanya untuk memperlihatkan ini semua. Melainkan untuk mengajakmu menyaksikan prosesnya."


"P-proses?"



"A-apa?" Dorothy tidak bisa berkata-kata. Otaknya sungguh tidak bekerja sekarang, kalimat dari Cato barusan sungguh membuatnya tercengang. Tapi hal itu sama sekali dihiraukan oleh Cato yang kini berbalik dan mengajaknya untuk pergi.


Dorothy mengikuti lelaki itu dari arah belakang sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu. Di pintu itu, Dorothy bertemu dengan dua orang lelaki bertubuh besar yang menjaga pintu. "Kau masuklah, aku harus menemui Miles dan Martin dulu."


"Aku ingin ikut denganmu."


"Tidak, lebih baik kau menunggu di dalam. Kalau kau menemui mereka, mereka akan gugup."


"Tapi—"


"Masuklah. Mereka berdua akan menemanimu." Cato menatap kedua lelaki yang ada di depan pintu itu. Wajah mereka tampak menakutkan, namun penampilan mereka terlalu rapi hanya sebagai penjaga pintu. "Kita bertemu setelah acaranya selesai."


Cato berlalu begitu saja meninggalkan Dorothy. Wanita itu baru saja akan mengejarnya, namun kedua penjaga yang dilihatnya langsung menahan Dorothy dan memintanya untuk masuk. Dorothy yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengikuti permintaan mereka. Wanita itu melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut. Tiba di dalam, ruangan begitu gelap. Dorothy nyaris tidak bisa melihat apa-apa. Namun perhatiannya beralih pada sebuah jendela kaca berukuran super besar yang bagian luarnya menampakkan sebuah cahaya yang begitu terang. Dorothy mendekat.


...***...