Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 461 - Istimewa



...***...


"Kalau begitu, mama tutup telponnya, ya."


"Iya, ma."


"Beritahu mama kalau Will menang di pertandingannya nanti."


"O… okay…" lirihnya.


Indri menutup sambungan telponnya sepihak. Tangisnya pecah begitu sambungan telpon mereka terputus.


"Hiks… hiks…"


Rei yang duduk disampingnya terdiam. Ia mengulurkan tangannya, mengusap pundak sepupunya itu lembut sambil berusaha menenangkannya.


Elvina memeluk Rei erat. Ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi. Satu-satunya orang yang bisa menjadi sandarannya di kala seperti ini, hanyalah Rei—sepupunya.



...*...


Brukk!


Tubuh Lusia yang terkulai tak berdaya itu diletakkan begitu saja di lantai.


Andrich dan Melinda baru saja tiba di laboratorium setelah perjuangan keras mereka membawa Lusia dari tempat mereka menangkapnya hingga ke markas.


Fokus tuannya dan profesor yang sejak tadi sibuk dengan beberapa evolver di sana spontan menoleh ke arah datangnya suara.


Di sana, mereka mendapati Melinda dan Andrich yang baru saja tiba dengan membawa Lusia dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Andrich, Melinda?" Tuannya bergumam.


"Tuan, prof…" Keduanya membungkuk memberi hormat pada tuan dan profesor.


Kedua lelaki itu beranjak dari tempatnya dan segera menghampiri Melinda dan Andrich yang baru saja tiba.


"I… ini…" Profesor membelalakkan mata saat melihat siapa yang baru saja mereka bawa.


"Kalian berhasil membawa Lusia?"


"Kami membawanya kemari." Andrich menimpali.


"Kau menyuruh Andrich menangkapnya?" Profesor menoleh pada lelaki yang berdiri disampingnya.


"Ya." Pria itu menghampiri Lusia dan berjongkok di dekat Lusia.


"Tapi… kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?" Profesor menampakkan raut wajah bingung.


"Karena aku kira kau juga akan langsung setuju. Lagipula, aku lakukan ini untuk sindikat kita sendiri. Gadis ini… akan menjadi orang yang membantu kita mencapai apa yang kita kejar selama ini." Pria itu mengangkat dagu Lusia hingga wajahnya bisa dilihat dengan jelas olehnya.


Profesor diam tanpa suara.


"Ayo lakukan proses inkubasi sekarang juga." Tuan menoleh pada profesor.


Profesor menghela napas pelan, sebelum kemudian menoleh pada dua evolver lab yang sejak tadi berdiri diri sisi kirinya.


"Kalian berdua, pergilah ke gudang penyimpanan dan bawa tabung inkubasi yang kita simpan selama ini."


"Maksud anda, prof?" Salah satu evolver menatapnya bingung.


"Apakah maksud prof adalah tabung istimewa yang tersimpan di gudang penyimpanan bagian bawah? Yang memiliki ukuran tiga kali lebih besar dari tabung lain?" Evolver disampingnya berusaha memperjelas.


"Ya. Bawa tabung itu, dan pindahkan ke aula utama. Siapkan juga sistemnya untuk memonitor semua aktivitas sistem tubuhnya. Kita harus pastikan sistem endokrin dalam tubuhnya bergerak dengan semestinya sebelum kita memulai masa inkubasi," jelas profesor.


"Baik, prof. Akan segera kami laksanakan." Mereka memberi hormat sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan laboratorium tempat mereka berada.


"Kita akan membutuhkan bantuan beberapa penjaga," gumam salah satu evolver lab yang ditugaskannya.


"Memangnya kenapa? Apakah tabung itu sangat berat?"


"Tentu saja. Tabung itu benar-benar berat. Bahkan kacanya lebih tebal dari tabung-tabung yang biasa kita gunakan."


"Benarkah? Wah, sepertinya gadis itu benar-benar istimewa sehingga profesor dan tuan memberikannya tabung yang seistimewa itu."


"Sepertinya memang begitu," sahut yang lain sambil terus melangkah. Kedua evolver itu terus berjalan hingga sosoknya hilang dari pandangan.


"Kalian sudah melakukan pekerjaan dengan baik. Sekarang kalian boleh kembali," ujar tuan padanya.


...***...