Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 762 - Aku kenal orang tuamu



...***...


"Jadi ini adalah perpisahan kita?" Rei menatap dirinya dari masa lalu yang kini balas menatapnya.


"Ya... Aku rasa sudah saatnya kita kembali ke tempat asal kita masing-masing. Terima kasih karena sudah membantu." Rei tersenyum pada dirinya dari masa depan. Rei dari masa depan memeluknya erat sambil tersenyum.


"Kau adalah wanita yang hebat. Aku harap aku bisa menjadi seperti dirimu suatu saat nanti," ujar Elvina sambil memandangi dirinya dari masa depan.


"Kau akan menjadi sepertiku. Karena aku adalah dirimu." Elvina dari masa depan tersenyum lalu memegangi pundaknya sambil menatap matanya lekat. "Dengar! Kau adalah wanita yang hebat, dan kau hanya perlu tetap kuat menghadapi semuanya. Tidak apa kalau sesekali kau merasa lelah. Tapi jangan biarkan kau menghadapi semuanya sendirian. Kau masih memiliki orang-orang yang sangat menyayangimu. Aku tahu terkadang kau mencoba menghadapi semuanya sendirian kan?"


Elvina berkaca-kaca. Ia memeluk dirinya dari masa depan dengan erat. "Kau begitu mengerti aku..."


"Karena aku adalah dirimu." Elvina dari masa depan tersenyum simpul dan mengusap punggungnya pelan.


"Jadi... Kita tidak akan pernah bertemu lagi?" kata William sambil memandangi dirinya.


"Memang menyedihkan karena kita harus berpisah. Setidaknya kita sudah cukup bersenang-senang kan?" balas William dari masa depan.


"Semoga kita bisa bertemu lagi..." gumam William. William dari masa depan hanya tersenyum lalu memeluknya. Mencoba membuatnya merasa lebih baik.



Di sisi lain, Dorothy dan Joe memeluk Dean. Mereka sudah mengetahui fakta dimana Dean adalah cucu Derek. Rei dari masa depan sudah menjelaskan semuanya pada mereka.


"Terima kasih karena kau sudah membantu nenek buyutmu dan kakekmu ini."


"Sama-sama, nek... Senang karena bisa bertemu dengan nenek buyut dan kakekku..." Dean menangis haru. Begitu juga dengan Joe dan Dorothy yang memeluknya.


Wanita itu melerai pelukannya dan menghampiri Luna sambil memeluknya erat. "Terima kasih karena sudah ada untukku selama ini..."


"Aku juga sangat berterima kasih karena kau sudah menjagaku selama ini..." Luna meneteskan air matanya. Dia sungguh tidak rela kalau harus berpisah dengan Dorothy.


Ucapan Luna barusan mendadak membuat Dorothy teringat akan penemuannya saat menyelinap masuk ke dalam laboratorium.


"Tunggu. Ada yang harus aku katakan padamu Luna." Dorothy melepaskan pelukan mereka dan menatapnya. "Aku mengenal orang tuamu..."


"Apa?" Luna mengerutkan kening.


"Tiana, dan Rivanno. Aku mengenal mereka."


"A-apa... Jadi kau kenal dengan kedua orang tuaku? Tapi bagaimana bisa?"


"Mereka adalah sahabatku yang sudah banyak membantuku. Bahkan mereka yang sudah membantuku mencoba membebaskan Joe dan Derek..."


"Jadi kau adalah sahabat orang tuaku?"


"Aku baru tahu setelah aku menyelinap dan tidak sengaja menemukan data dirimu. Di sana aku melihat namamu dan kedua orang tuamu. Tiana dan Rivanno Illinois."


"Kau menyebut-nyebut nama Tiana dan Rivanno. Apakah orang yang kau kenal adalah mereka?" Tessa mendadak menghampiri Dorothy sambil menunjukkan sebuah liontin berisi foto Tiana, Rivanno dan Tessa kecil di dalam sana.


...***...