Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 321 - Prang!



...***...


Brakk!


Suara itu kembali terdengar. Pricilla membuka pintunya perlahan dan mengintip ke arah garasi yang gelap. Dari tiga mobil yang ia miliki, hanya tersisa dua yang salah satunya ia gunakan ketika bertemu dengan Derek beberapa waktu lalu, sementara mobil yang satunya sedang berada di bengkel akibat tabrakan cukup parah bersama Rei.


Dalam kegelapan, Pricilla akhirnya melihat seseorang yang membuka bagian depan pintu garasinya.


Pricilla membulatkan mata ketika dari cahaya lampu yang berasal dari luar, ia melihat sekelompok pria yang masuk ke dalam garasinya.


"Di sini mobilnya!" ujar salah satu di antara mereka.


Pricilla gemetar ketakutan, ia ingin sekali melawan mereka agar tidak mencuri mobilnya. Tapi, jumlah mereka yang lebih banyak membuatnya mengurungkan niat dan lebih fokus menatap mereka dengan tubuh gemetar.


"Itu berarti dia memang berada di rumah ini. Cepat cari dan tangkap dia, lalu kita paksa dia untuk memberitahu kita dimana keberadaan Derek!" Ron. Lelaki itu berbicara dengan nyaring, menugaskan anak buahnya untuk mencari dan menangkapnya.


M… mereka kemari bukan untuk mencuri? Mereka berusaha menangkapku? Tapi bagaimana caranya mereka bisa tahu? Pricilla membatin.


"Ayo cepat cari!" Yang lainnya mulai bergerak menuju arah pintu.


Gawat! Aku harus segera pergi dari sini dan jangan biarkan mereka menangkapku. Aku masih ingin hidup. Pricilla bergegas bergerak. Ia berlari sekuat tenaga walau kakinya terasa berat saking takutnya.


Pricilla naik ke lantai dua dimana kamarnya berada. Di dalam sana, ia segera mengeluarkan tas dan mengisinya dengan pakaian sebanyak yang bisa di bawanya.



Brakk!


"Cari dia di atas!" teriak Ron lagi pada anak buahnya.


"Baik."


Pricilla dapat mendengar suara mereka berbicara dengan begitu keras.


Sial! Aku tidak akan bisa keluar kalau begini jadinya. Aku harus cepat-cepat mencari cara agar aku bisa keluar dan pergi dari sini. Pricilla menggendong tasnya dengan ponsel dan kunci mobil dalam genggamannya. Tak lupa ia mengenakan mantel guna menutupi tubuhnya yang berbalutkan piyama tidur.


Pricilla mengedarkan pandangannya mencari jalan keluar lagi. Sebelum ia keluar, ia menutup pintu kamarnya rapat-rapat, menguncinya dan menahannya dengan meja dan lemari yang dapat dipindahkannya.


"Tampaknya tidak ada pilihan lain." Pricilla tiba di beranda kamarnya. Ia menunduk menatap ke bawah dan memastikan seberapa jarak antara tinggi kamarnya dengan permukaan tanah. Setelah memastikan semuanya aman untuk ia lalui, segera ia bergerak.


Pricilla memanjat turun lewat kerangka di dinding dekat berandanya. Kerangka itu tadinya diisi dengan pot dan tanaman rambat. Terbuat dari kayu dan tingginya dari bawah sampai ke atas kamarnya. Bentuknya memang nyaris mirip seperti tangga dengan kayu yang di bentuk kotak-kotak hingga bisa dengan mudah ia turun ke bawah sana.


Prang!


Ia menyenggol salah satu pot hingga jatuh dan pecah. Ia membulatkan mata dengan tubuh yang makin gemetar, ia takut kalau semua orang di dalam rumahnya mendengar suara yang ia ciptakan.


"Dia di sini!" teriak salah satu evolver dari atas sana. Pricilla refleks melompat dan mendarat dengan kedua kakinya, bergegas ia berlari menuju arah garasi dan memastikan keadaan rumahnya.


...***...