
...***...
Jleb!
"Arghh!!" teriak Rei sambil melepaskan cengkramannya. Ia bergerak mundur dan melepaskan jarum suntik itu dari tangannya.
Rasa sakit menjalar di tubuhnya ketika benda itu sempat menusuk dan cairannya masuk.
Rei melemparkan jarum suntik itu ke lantai.
Benda itu menggelinding jatuh, dan Rei masih bisa melihat sebagian cairan di dalamnya yang menetes keluar. Sama seperti yang dilihatnya, cairan itu tampak berkilauan.
...*...
Menara barat, saat ini.
2020
Rei masih berteriak sambil memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit. Berbagai kepingan adegan mendadak bermunculan di kepalanya. Bersamaan dengan itu, rasa sakit semakin mendera otaknya. Seolah-olah otaknya memaksa Rei untuk mengingat apa yang tidak ingin diingatnya.
"Rei!" Lucy dan Aland semakin panik. Ia berusaha menyadarkan lelaki itu yang sejak tadi tak henti-hentinya berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.
Di sisi lain, Martin yang menyaksikan apa yang terjadi berusaha mendekat ke arahnya.
"Profesor…" Arleta yang masih berada di posisinya itu berusaha meminta bantuan. Tapi panggilannya berhasil membuat Louis sadar dengan keadaan mereka sekarang.
Gawat… tuan sepertinya mulai mengingat semuanya…
Aku harus segera membawanya pergi!
Louis menyingkirkan kakinya. Ia segera menggerakkan kemampuannya. Dalam satu kali hempasan tangan, ia memindahkan Rei, Lucy, dan Aland ke tempat lain dengan kekuatan teleportasinya.
Martin menghentikan langkahnya seketika saat cahaya menyilaukan mendadak muncul dihadapannya.
Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba ada cahaya yang begitu menyilaukan?
"Prof…" panggil Arleta sekali lagi.
Martin membulatkan mata saat ia sadar dengan apa yang terjadi.
"A-apa yang terjadi? Arleta!" Lelaki itu berubah panik begitu sadar Rei menghilang dari sana. Begitu juga dengan Lucy dan Aland yang mendadak lenyap.
"Kemana mereka? Kenapa mereka menghilang?"
"Saya tidak tahu, padahal baru saja mereka ada di sini."
"Sial…" Martin mengepalkan kedua tangannya.
Apakah jangan-jangan, ini ulahnya? Apakah mungkin, kekuatan R31 yang selama ini tidak aku ketahui adalah… teleportasi? Martin terdiam penuh tanya. Ia benar-benar bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Rei bisa mendadak hilang.
"Apa yang kita lakukan sekarang, prof?" Arleta menatap Martin penuh tanya.
"Aku masih belum tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi aku perlu tahu bagaimana kau bisa menemukan R31? Bagaimana kau bisa bertemu dengannya, dan bagaimana kau bisa menangkapnya?"
"Akan saya jelaskan semuanya, prof…" Arleta beranjak bangun secara perlahan. Ia meringis kesakitan saat merasakan lengannya tidak bisa di gerakkan, seolah-olah tulang di dalamnya patah.
...*...
"Jadi, begitu rupanya…" gumam Amanda menanggapi cerita Elvina dan William barusan.
"Ya… maka dari itu, aku membutuhkan bantuan kalian. Untung saja, kalian mau membantuku."
"Itu bukan masalah. Lagipula kau juga pernah membantu kami, dulu kan?" balas Hera.
"Benar. Lagipula, kita sebagai manusia harus saling menolong." Amanda menimpali.
Elvina dan yang lainnya terus berjalan menyusuri hutan. Sejak bertemu dengan Luna dan yang lainnya, ia lalu di ajak untuk berkunjung ke desa tempat mereka tinggal selama ini. Dan setelah berkunjung sebentar, Elvina segera meminta bantuan mereka. Berharap dia bisa secepatnya menemukan keberadaan Rei dan Lucy serta Aland.
Luna yang bersedia membantunya lantas membagi jadi dua tim untuk berpencar.
...***...