Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 505 - Maafkan aku, Derek…



...***...


"Kau… kau sudah membunuhnya!" Derek melepaskan pelukannya. Membaringkan tubuh Pricilla di lantai.


Ia bangkit dengan amarah yang menguasainya.


"Kenapa kau menangisi manusia tidak berguna sepertinya? Ck, ternyata kau ini adalah evolver yang lemah. Aku heran, kenapa LGE tidak bisa menangani bahkan evolver lemah sepertimu!"


"Kau sudah membunuhnya dan sekarang kau harus membayar atas apa yang kau lakukan padanya!" Derek mengepalkan tangan. Berlari menuju arah Mads.


Tangannya terangkat, hendak mendaratkan sebuah pukulan padanya. Tapi Mads bergerak lebih cepat dari dugaanya.


Ia menangkap tangan Derek, memutar tangannya hingga tubuhnya spontan tertangkap oleh tubuhnya.


Derek menggunakan tangan lain untuk menyerang Mads. Namun lelaki itu lihai menghindari serangannya.


Mads mencengkram kedua tangannya di belakang dengan sekuat tenaga.


Derek meronta-ronta, berusaha membebaskan diri. Tapi usahanya gagal karena Mads terlalu kuat.


"Waktunya pergi," bisik Mads yang merogoh kantong celananya. Meraih suntikan yang ada di dalam sana dan menancapkannya ke leher Derek.


Jleb!


Seluruh isi cairan itu menyerap masuk ke dalam lehernya. Cairannya menyatu dengan sistem tubuhnya.


Hanya sepersekian detik, Derek langsung lemas dan tumbang.



Brukk!


Tubuhnya terjatuh di lantai. Tatapan matanya nanar, memandang ke arah Pricilla yang sudah tewas tak jauh di sana.


Aku tidak boleh tertangkap sekarang. Pricilla membutuhkanku, aku harus melindunginya. Aku tidak boleh meninggalkannya. Dalam batinnya, Derek menjerit.


Keinginan hatinya untuk melawan, tapi tubuhnya berkata lain saat sistem tubuhnya mulai dilumpuhkan oleh obat bius memastikan yang diciptakan khusus untuk para evolver sepertinya.


"Pricillia…" Derek tak sadarkan diri di bawah pengaruh obat bius yang disuntikkan olehnya.


Mads melemparkan suntuk ditangannya secara asal. Ia mengusap keningnya yang bercucuran keringat. Benar-benar pertarungan yang melelahkan.


"Kau berhasil menangkapnya?" Suara seorang pria mengejutkannya.


"Tuan." Mads membungkuk memberikan hormat.


Pria itu menghampirinya dan berdiri tepat di dekat Derek yang tidak sadarkan diri.


"Maafkan aku, tuan. Tapi Derek berulangkali melawan saat aku coba menangkapnya, jadi aku terpaksa untuk melumpuhkannya." Mads tak berani menatap tuannya.


"Tidak apa-apa, aku mengerti kau terdesak," ujar tuannya sambil melirik Mads di sampingnya.


"Kerja bagus." Pria itu menepuk pundak Mads pelan.


"Terima kasih, tuan."


"Kau boleh kembali ke London. Untuk sisanya, biar aku yang berdesakan."


"Baik, tuan."


"Ron!"


"Ya, tuan?" Ron menjawab di belakang sana.


"Bisakah kau antar dia kembali ke London?"


"Baik, tuan." Ron membungkuk. Ia berbalik dengan beberapa anak buahnya dan Mads di belakangnya.


Di sana sekarang hanya tersisa tuannya yang masih berdiri di dekat tubuh Derek yang tidak sadarkan diri.


Beberapa evolver lain yang ikut dengannya, diminta untuk menunggu di luar rumah tersebut guna memastikan orang-orang tidak curiga dengan apa yang terjadi.


Pria itu mendekat ke arah Derek. Berjongkok di hadapannya sambil memperhatikan wajahnya.


Pria yang menjadi tuannya itu mengulurkan tangan begitu melihat air mata menetes di pipinya.


Fokusnya beralih pada jasad Pricilla yang terbujur kaku tak jauh di sana. Tubuhnya di penuhi oleh darah segar yang tampak begitu kental.


Ia beranjak menghampirinya, memperhatikan wajah wanita itu yang juga dalam keadaan menangis.


"Huft~" Ia menghela napas pelan.


"Maafkan aku, Derek…"


...***...