
...***...
"Selain itu, aku tidak bisa mengingat apa-apa tentang yang terjadi padaku di masa lalu. Ini membuatku semakin bingung dan terus bertanya-tanya darimana asal semua kekuatanku itu." Rei menundukkan kepalanya.
Elvina terdiam menatap Rei, tangannya perlahan terulur ke arahnya. Ia mengusap pelan pundak sepupunya itu seraya berkata, "Kau tidak usah cemas. Aku pasti akan membantumu mengingat kembali semuanya walau secara perlahan-lahan."
...*...
Malam tiba. Setelah bertemu dengan Elvina di rumahnya, Rei kembali ke rumah bersama dengan Elvina dan William yang juga diminta untuk datang. Malam ini, Isyana berencana untuk membuat pertemuan keluarga besar mereka dan semua orang hadir guna bertemu dengan Rei.
Rei bertemu dengan banyak orang yang membuatnya kebingungan, terlalu banyak orang. Ia tidak pernah menyangka bahwa keluarganya ternyata adalah keluarga yang cukup besar, semua orang hadir pada malam itu. Termasuk Indri dan keluarganya yang tak lain merupakan orang tua Elvina dan William.
Setelah acara makan malam selesai, semua orang berkumpul dan mengobrol bersama.
Ruang tengah rumah mereka seketika dipenuhi dengan suara orang-orang yang mengobrol, membicarakan hal-hal random dan membahas segala hal yang bisa mereka bahas.
Sementara yang lain mengobrol, beda halnya dengan Rei yang kini terduduk diantara Elvina, William, Marcell, dan Miranda. Awalnya mereka juga mengobrol beberapa hal, namun setelah topik berakhir, mereka hanya diam dan fokus pada ponselnya masing-masing.
Setelah berkumpul dengan keluarga besarnya, Rei jadi mengetahui lebih banyak hal tentang dirinya yang ternyata selain dekat dengan William dan Elvina, ia juga dekat dengan beberapa orang lain yang diantaranya adalah Marcell dan Miranda.
Marcell dan Rei cukup dekat, mereka bahkan bersekolah di tempat yang sama selama sepuluh tahun. Ya, setidaknya sebelum Rei menghilang setahun yang lalu dan akhirnya tinggal kelas.
Semenjak mereka duduk di bangku SMP, menurut cerita Elvina. Rei dan Marcell sudah tidak sedekat dulu lagi, mereka jadi memiliki hubungan yang cukup renggang. Itu karena kesibukan masing-masing yang membuat mereka jarang menghabiskan waktu bersama seperti anak-anak dulu.
Lalu, Miranda. Anak tetangga yang dulu juga dekat dengannya, walaupun rumah mereka saling berjauhan satu sama lain, tapi dulu mereka sempat memiliki kedekatan satu sama lain sampai hubungan mereka renggang setelah masuk sekolah. Keluarga Rei sudah menganggap keluarga Miranda sebagai bagian dari keluarga mereka juga.
Rei mendongak menatap ke sekeliling. Walaupun begitu banyak orang yang mengenalnya di dalam sana, tapi Rei merasa asing dengan situasi ini. Ia merasa asing dengan semua orang yang ada di dalam sana. Mungkin karena ingatannya yang hilang atau apa, entahlah Rei tidak yakin.
Entah kenapa aku merasa tidak nyaman berada di sini, pikir Rei. Ia beranjak bangun dari tempat duduknya dan melangkah pergi meninggalkan mereka semua.
Elvina dan William menoleh serentak ke arah Rei yang tiba-tiba pergi meninggalkan ruang tengah.
"Rei mau pergi kemana?" William berbisik pada kakaknya.
"Aku tidak tahu. Tapi ayo ikuti dan pastikan kemana dia akan pergi." Elvina dan William bangun.
...***...