Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 514 - Mengubah waktu



...***...


Aku memang sangat ingin membebaskan Derek dari hukuman. Tapi kalau aku mengorbankan Elvina dan William, maka tidak ada bedanya aku dengan profesor.


Selain itu, kalau aku membawa mereka kembali ke laboratorium. Maka sama artinya dengan membuat mereka mengalami hal yang sama denganku dan Derek dulu.


Aku tidak ingin itu.


Aku tidak ingin membuat mereka menanggung semuanya dan mengalami hal yang sama denganku dan Derek,…


Joe mengepalkan kedua tangannya. Ron dan yang lain semakin mendekat ke arahnya, sementara William terus saja memberontak berusaha berlari menuju Elvina.



Jika Derek tahu aku memisahkan Elvina dan William, dia akan sangat kecewa denganku.


Joe memantapkan hatinya. Ia melepaskan William, mendorong tubuhnya hingga terlempar ke arah Elvina dan Rei.


Hal itu spontan membuat semua orang tersentak kaget.


"Si bodoh itu, apa yang dia lakukan!" Ron mulai berlari menuju arah Joe dengan wajah kesal.


"Lari!" teriak Joe pada Elvina dan yang lainnya.


William kaget. Tapi tidak ada waktu untuk bingung. Ia segera merangkak menuju Elvina.


Elvina dan Rei yang melihat William kesulitan segera berlari guna membantunya.


"Apa yang baru saja kau lakukan, Joe!" Ron murka bukan main.


Joe menghempaskan tangannya. Dalam sekejap keadaan sekitar yang sejak tadi membeku langsung kembali seperti semula.


Lucy dan Aland meringis begitu mereka bisa kembali bergerak.


"Elvina, William!" Keduanya segera berlari menuju arah mereka.


"Apa yang terjadi?" tanya Aland dengan wajah bingung.


"Kita ketinggalan apa?" Lucy sama bingungnya.


Joe di sana sudah mulai terkepung oleh beberapa orang evolver, sementara beberapa yang lain berlari menuju arah Rei.


"Lari, Rei! Bawa yang lainnya pergi dari sini!" teriak Joe pada Rei.


Ia mengangkat tangannya di udara. Menggerakkan jemarinya berputar di udara. Memutar ke arah kiri yang dalam sekejap membuat keadaan bergerak lebih cepat.


Langit cerah yang semula dihiasi oleh awan-awan putih dan terik mentari, seketika berubah. Bergantikan dengan gelapnya langit malam.


Keadaan gelap mencekam. Tidak ada setitik cahaya pun di sekeliling mereka. Hal itu membuat semua orang kebingungan dan spontan meraba udara guna mencari sesuatu untuk mereka pegang.


"Apa yang terjadi? Rei, Elvina, William, kalian dimana?" Lucy meraba udara. Sebelah tangannya berhasil menggenggam tangan Aland sementara tangannya yang lain berhasil menggenggam bahu Rei.


"Will…" Elvina menggenggam tangan adiknya.


"Kita harus secepatnya pergi dari sini!" tutur Rei yang berusaha untuk tenang.


"Bagaimana caranya?" Elvina cemas. Ia sama sekali tidak bisa melihat apa-apa.


Jika aku menggunakan kekuatanku untuk terbang, itu percuma. Kalau dengan kilatan petir, itu artinya mereka juga bisa melihat kita.


Satu-satunya orang yang bisa membantuku di saat seperti ini hanyalah Louis.


Rei memejamkan kedua matanya. Memikirkan sosok pria albino itu dan memanggilnya.


Louis seketika muncul dihadapannya.


Bantu kami pergi dari sini, kata Rei padanya.


Baik, tuan. Louis menggunakan kemampuan teleportasinya dan memindahkan Rei serta yang lainnya pergi dari sana.


Cahaya terang mendadak muncul, menyilaukan mata semua orang.


Louis membawa Rei dan yang lainnya berpindah tempat. Sementara beberapa evolver yang nyaris mendekat ke arahnya langsung berhenti begitu melihat cahaya yang menyilaukan.


...***...