
...***...
Cato membawa Joe dan Derek yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri masuk ke dalam kapsul waktu. Membawa anak-anaknya pergi dari sana. Dalam waktu singkat, lelaki itu tiba di markas tempat mereka melakukan penelitian.
Miles dan Martin terkejut saat melihat lelaki itu datang dengan wajah ditekuk dan penampilan berantakan. Terlebih yang membuatnya semakin terkejut adalah karena lelaki itu membawa ikut serta kedua putranya yang masih sangat kecil. "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa Joe dan Derek kemari?"
"Ceritanya panjang. Intinya aku dan Dorothy berniat untuk berpisah. Dia masih bersikeras tidak ingin mempertahankan hubungan kita setelah apa yang dia ketahui."
"Apa? Lalu?"
"Aku tidak bisa tinggal diam. Mana mungkin aku bisa jauh dari anak-anakku. Jadi aku membawa mereka ke sini. Lagipula di sini masih ada kamar kosong dan tempat aman untuk mereka tinggal, kan?"
"Itu tidak menjadi masalah bagi kami, tapi apa yang terjadi dengan Dorothy? Kenapa kau meninggalkannya begitu saja? Bagaimana kalau Dorothy melaporkan hal ini ke polisi?"
"Tidak akan mungkin. Dia pasti akan terlalu sibuk mencari cara merebut Joe dan Derek dariku. Sudahlah, biar dia yang aku urus. Yang terpenting sekarang adalah aku membutuhkan bantuan kalian. Aku ingin kalian ikut membantuku menjauhkan Joe dan Derek darinya. Aku tidak ingin sampai Dorothy mengambilnya dariku."
"Kau tenang saja, kami pasti akan membantumu. Oh ya, lebih baik kita bawa Joe dan Derek ke kamar, biarkan mereka istirahat. Sini, aku bantu!" Martin membantu Cato membawa salah satu putranya. Mereka lantas membawa anak itu pergi ke kamar kosong yang ada.
...*...
Begitu tersadar, Dorothy sudah berada di kamar rumah sakit. Dari keadaan sekeliling yang dihatinya, Dorothy bisa langsung menebak bahwa hari sudah gelap. Terlebih dari jam dinding yang dilihatnya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Dorothy panik begitu dia ingat akan kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri. Wanita itu berusaha untuk bangkit dan turun dari ranjangnya dengan mata berair. Namun usahanya untuk pergi terlebih dahulu ditahan oleh suster yang datang bersama seorang lelaki berpakaian dokter.
"Dorothy! Kau mau kemana?" Lelaki itu berseru dengan wajah panik. Begitu mendongak, Dorothy langsung mengenali dokter tersebut.
"Harry…"
"Keadaanmu masih lemah. Lebih baik kau berbaring dulu."
"Aku tidak punya waktu. Aku harus menyelamatkan anak-anakku. Aku harus membawa mereka…" lirihnya sambil menangis.
"Tenang dulu, jangan terlalu gegabah. Kau ingin seorang dokter dan seharusnya kau tahu dalam kondisi seperti ini kau tidak boleh terlalu banyak bergerak," ujar Harry. Lelaki itu adalah salah satu teman kuliah Dorothy. Mereka berkuliah di jurusan dan universitas yang sama, namun setelah lulus keduanya bekerja di rumah sakit yang berbeda.
"Tapi aku sungguh harus pergi… aku tidak mungkin diam saja…" Dorothy hanya bisa terisak dengan tubuh lemah.
"Biar aku periksa kau dulu. Kau harus tenang, baru setelah itu ceritakan apa masalahnya pelan-pelan, okay?" Pria itu langsung membantu Dorothy untuk kembali ke posisi semula. Dengan segera, lelaki itu mengecek kondisi Dorothy.
...***...