Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 553 - Kita harus menghadapinya!



...***...


"Ada apa ini? Kenapa ramai sekali?" William membuka kedua matanya perlahan begitu menyadari adanya keributan di dalam kamar mereka.


"Bagun. Kita dalam bahaya!" tutur Elvina.


Lucy juga sibuk membangunkan Aland di samping William. Keduanya tersentak bangun begitu mendengar keributan yang terjadi di kamar mereka.


"Bahaya apa yang kau maksud?" William masih berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya.


Wushh…


Perhatian mereka semua refleks beralih ke arah asap yang datang dari celah di bawah pintu. Rei dan yang lainnya spontan membulatkan kedua matanya mereka saat sadar asap mulai menyebar ke seisi kamar.


Sial! pikir Elvina begitu sadar kamar mereka mulai di penuhi oleh asap.


"Kita harus cepat bertindak!" tutur Rei.


"Pikirkan sesuatu agar kita tidak sampai menghirup asap ini!" tukas Lucy dengan wajah panik.



Elvina terdiam sejenak, memikirkan cara agar mereka bisa bebas dari sana tanpa menghirup asap.


"Oh, air!" Elvina membulatkan kedua matanya. "Kita bisa menggunakan air dan kain untuk melarikan diri dari sini?! Kita bisa menggunakan itu untuk menutupi hidung dan mulut kita."


"Nice idea!" sambar Lucy.


"Kalau begitu, ayo bergerak!" William beranjak dari tempatnya. Dengan menggunakan kemampuannya, ia segera bergerak secepat kilat. Mengambil beberapa kain yang ada di dalam kamar tersebut dan membasahinya lalu membagikan semua itu pada semua orang.


Dalam sekejap, mereka berhasil mengatasi masalah yang terjadi untuk sementara waktu.


"Sekarang apa yang seharusnya kita lakukan?" tanya William setelah semua orang kemudian duduk di berkumpul.


"Kita tidak mungkin keluar dari sini, dan melarikan diri. Terlebih Nils pasti akan sangat kebingungan jika dia sampai sadar kita menghilang. Aku juga harus memastikan keadaannya baik-baik saja, dan pria itu tidak melukainya," gumam Rei.


"Tapi jika kita tidak pergi, apa yang akan kita lakukan?" William menatap keduanya bergantian.


"Melarikan diri bukan jalan yang tepat!" Lucy menatap serius semua orang.


"Jika kita terus melarikan diri, maka dia akan terus berusaha untuk mengejar kita, dan itu akan terus menghambat perjalanan kita," tambahnya.


Rei terdiam membenarkan ucapan Lucy barusan.


"Apa yang dikatakan Liana?" tanya Elvina dan di angguki William.


"Liana bilang melarikan diri bukanlah solusi yang baik, karena dia akan terus berusaha untuk menangkap kita dan menghambat perjalanan kita."


"Itu artinya, kita akan melawan dia?" tanya Elvina dalam bahasa Inggris sembari beradu tatap dengan Lucy.


Lucy mengangguk penuh keyakinan. "Hanya itu satu-satunya cara agar dia tidak terus di ganggunya. Kita harus melawan dan mengalahkan dia!"


"Sebelum itu, kita harus buat rencana," kata Aland. Lucy mengangguk membenarkan ucapan Aland. Ia lantas menjelaskan sebuah rencana yang telah ia pikirkan sebelumnya pada mereka semua.


...*...


Wyman terus melangkah menyusuri seisi rumah. Mencari keberadaan Lucy dan yang lainnya guna menangkap mereka seperti yang telah ia rencanakan.


"Mereka berada di kamar lantai atas." Salah seorang rekannya itu terus memberikan arahan.


"Aku akan mencari mereka dan menangkapnya dengan segera," gumam Wyman yang kini berjalan menaiki tangga. Kabut terus mengisi seluruh ruangan seiringan dengan langkahnya menaiki tangga.


Kabut semakin lama semakin tebal, bergerak naik hingga menutupi bagian perutnya. Menghalangi permukaan lantai yang di pijaknya.


Tiba di lantai atas, Wyman mengedarkan pandangannya.


...***...