
...***...
"Lusia, perintahkan para penjaga untuk menyerang mereka!"
"Baik, prof." Lusia menggerakkan tangannya, dan dalam satu kali gerakan. Para penjaga yang ada langsung bergerak mendekat ke arah Rei dan yang lainnya.
"Apa ini? Kenapa mereka bergerak mengikuti perintahnya?" Fero panik. Para penjaga semakin mendekat. Di sisi lain, Derek melihat Joe juga berusaha untuk menyerang mereka. Dari situ, Derek sadar bahkan Joe juga telah berada dalam kendali mereka.
"Ini semua jangan-jangan adalah efek dari chipset itu..." gumam Derek. Sambil menatap ke sekeliling. Memang di antara semua orang yang berada di pihak Rei hanya Joe satu-satunya yang memiliki chipset aktif di otaknya, sedangkan chipset di otak Derek rusak, dan yang lainnya adalah evolver kabur yang belum sempat menjalani pemasangan chipset.
"Chipset.. kalau itu benar, ini semua jadi masuk akal," tutur Dorothy.
"Kita harus menghentikan Joe!" Derek langsung bergerak memegangi tubuhnya. Ia mengunci pergerakan lelaki itu. Rei dan yang lainnya juga langsung berusaha untuk membantunya. Tapi apa yang terjadi setelah itu justru membuat mereka semakin yakin kalau Joe telah dipengaruhi oleh mereka lewat chipset di otaknya. Joe memberontak dengan begitu kuat sampai-sampai membuat mereka kewalahan. Di sisi lain para penjaga bergegas bergerak menyerang mereka. Fero dan yang lainnya berusaha untuk menahan mereka sementara Rei berjuang menahan Joe.
Semakin lama, mereka semakin terpojokkan. Jumlah mereka terlalu banyak, dan hal itu membuat Fero serta yang lainnya tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan Lucy dan yang lainnya juga tidak bisa menghentikan para penjaga dengan menggunakan serum yang diberikan oleh Dorothy. Serum yang Dorothy buat bahkan sama sekali tidak bisa mengalahkan mereka.
"Kemampuannya meningkat pesat. Kita tidak akan bisa mengalahkannya..." Elvina berusaha untuk bangkit. Namun tubuhnya terlalu lemah.
"Apa yang harus kita lakukan?" William meringis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Semua orang masih berusaha untuk mengumpulkan tenaga mereka, sementara itu pada penjaga terus mendekat ke arah mereka. Memojokkan keberadaan mereka. Derek terdiam mengamati sekeliling, dia berusaha untuk mencari cara agar bisa mengalahkan mereka.
"Ju-jumlah mereka terlalu banyak, dan mereka lebih kuat dari sebelumnya. Akan sangat sulit untuk kita bisa menang melawan mereka... Shh.." Luna menahan rasa sakit di tubuhnya.
"Ki-kita pasti akan bisa memang. Ini semua belum berakhir..." Fero bergumam pelan.
"Kalian dalam kondisi seperti ini saja masih begitu percaya diri kalian akan menang?" Martin menyeringai. Jumlahnya yang lebih banyak dibandingkan dengan Rei dan kelompoknya sudah pasti akan sangat menguntungkannya. Dia akan menang dan mengalahkan mereka dengan telak.
"J-jangan senang dulu, karena kami belum kalah..." Rei bangun dengan tertatih. Dia berhasil bangkit dan berdiri di antara teman-temannya yang masih terbaring kesakitan.
Dihadapannya, Joe berdiri bersama dengan para penjaga lain yang sudah berada dalam kendali Lusia dan Martin. Fokus Martin tertuju pada Rei. Lelaki itu tampak masih memiliki energi yang cukup untuk menyerang dan melawannya. Ini memang yang membuat Martin cemas. Beruntung Lusia bersamanya.
...***...