Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 251 - Double date, ya…



...***...


Brakk!


Pintu dibuka dengan kasar. Fokus pria berkacamata yang duduk di mejanya itu, beralih pada asal suara di hadapannya.


Ia menoleh spontan dan mendapati salah satu ciptaannya yang berjalan tergopoh-gopoh dengan keadaan sekujur tubuh yang terluka.


Brukk!


Tubuhnya jatuh di lantai dalam keadaan terkulai lemas. Pria itu segera bangun dari kursinya, berjalan cepat menghampiri lelaki itu. Ia segera berjongkok dihadapannya.


"Andrich, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau terluka separah ini?" Profesor cemas. Ia menatapnya dari atas sampai bawah. Tubuhnya benar-benar terluka parah dengan beberapa darah yang mengucur membasahi tubuhnya.


"P… prof…" Belum sempat ia menjelaskan, kesadarannya lebih dulu hilang.


"Andrich!" Profesor mengguncang tubuhnya. Bergegas lelaki berkacamata itu menghubungi salah satu evolver penjaga untuk datang ke ruangannya guna membantu membawa Andrich untuk diperiksa.



...*...


Hari yang benar-benar melelahkan, aku harap tidak bertemu dengannya lagi hari ini, pikir Elvina yang kini berjalan menyusuri koridor. Ia hendak pulang, karena pekerjaannya sudah selesai.


Sudah hampir satu Minggu berlalu semenjak Leon mengucapkan perasaannya, dan selama itu juga. Elvina masih berusaha mencari jawaban atas ucapan Leon.


Selama hampir seminggu lamanya juga Elvina terus berusaha menghindar dari Leon.


Entah kenapa, namun setiap kali bertemu dengan Leon, Elvina selalu salah tingkah sendiri. Hal itu sering kali membuatnya jadi bertingkah konyol yang membuat orang-orang heran dengan sikapnya.


Pagi ini saja, Elvina sudah harus bertabrakan dengan salah seorang pegawai yang membawa setumpuk berkas. Karena tidak sengaja beradu tatap dengan Leon di pintu masuk, Elvina sampai menabrak pegawai itu dan menyebabkan semua kertas dalam genggamannya berhamburan.


Lalu saat jam makan siang, ketika dirinya hendak pergi ke kafetaria kantor. Ia tidak sengaja bertemu dengan Leon. Karena dirinya yang tiba-tiba gugup dan salah tingkah, ia sampai menabrak seorang office boy yang membawa beberapa kopi ditangannya.


Baju Elvina sampai basah semua karena ketumpahan kopi, beruntung Linda memakai jas yang dapat ia pinjam untuk menyembunyikan noda kopi pada kemejanya.


Elvina juga tidak mengerti mengapa jantungnya selalu berdebar setiap kali memikirkan atau melihat Leon.


Drrrtt…


Ponsel Elvina tiba-tiba bergetar di balik jas yang dipinjamnya dari Linda. Ia merogoh kantongnya. Mengeluarkan ponselnya dari dalam sana dan melihat pesan dari Linda yang baru saja masuk.


Linda:


Hari ini adalah perayaan hari jadiku yang ke satu tahun dengan Roby, aku akan pulang lebih dulu karena kami berencana menghabiskan waktu bersama. Tidak apa-apa kalau kau pulang sendiri 'kan?


Elvina membacanya sekilas sebelum kemudian mengetik sebuah balasan untuk wanita yang menjadi sahabatnya itu.


Elvina:


Ya, tidak apa-apa. Jangan cemaskan aku, kalian bersenang-senanglah. Omong-omong selamat untuk kalian.


Linda:


Terima kasih, kau memang sahabatku yang terbaik.


Elvina hanya membacanya tanpa berniat untuk membalas. Baru saja ia hendak memasukkan kembali ponselnya, mendadak notifikasi pesan kembali berbunyi. Elvina mengurungkan niatnya dan segera membuka pesan baru dari Linda.


Linda:


Lalu kapan kau akan mencari pacar? Bukankah seru kalau kita bisa melakukan double date?


Elvina terdiam.


Double date, ya…


...***...