Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 432 - Jadi?



...***...


"Prof, bolehkah aku meminta pil energi?" Melinda tiba di ruangan profesor, pria itu duduk seorang diri di dalam ruangannya.


"Pil energi? Untuk apa?" Pria itu mendongak menatap Melinda yang berdiri di hadapannya, raut wajahnya bingung. Ada yang tidak beres dengan Melinda, wanita itu tampak tak bertenaga sama sekali.


"Aku merasa sedikit lemas…" lirihnya.


"Lemas?" Profesor menatapnya penuh curiga sebelum kemudian beranjak dari tempat duduknya, mengambil pil yang dia butuhkan lalu memberikannya pada Melinda. "Tidak biasanya kau membutuhkan pil ini. Apa yang kau lakukan sampai kau merasa lemas?"


"Itu… tidak ada, hehe… kalau begitu, aku permisi." Melinda bergegas berbalik meninggalkan ruangan profesor. Tapi belum sempat langkahnya mencapai pintu, profesor sudah menghentikan langkahnya.


Ia menarik pergelangan tangan Melinda hingga ia spontan berhenti. "Tunggu!"



Melinda membatu ditempatnya, ia menoleh ke arah profesor yang baru menghentikan langkahnya.


Pria itu menarik kerah baju yang menutupi sebagian leher Melinda hingga membuat profesor bisa dengan sangat jelas melihat jejak percintaannya dengan Andrich semalam.


"Kau menyentuh Andrich?" kata profesor yang berhasil membuat Melinda membelalakkan mata dengan mulut menganga.


Ia segera menutupi bagian tengkuknya dengan tangan. "A… apa maksud anda, prof?"


"Kau yang sudah melakukan 'itu' dengannya 'kan?" Profesor menekan kata 'itu.'


"B… bagaimana anda bisa tahu?" Melinda akhirnya mengaku, toh ia tidak akan bisa mengelak atau berbohong dari profesor, lagipula profesor tahu tentang bagaimana sifat dan kelakuannya selama ini yang selalu tidur dengan pria yang dia mau. Tidak ada larangan yang ditegaskannya.


"Sudah kuduga. Jadi kau yang membuatnya terpancing, sampai-sampai membuat sisinya yang lain kembali?"


"Sisi? Maksud anda sisi apa, prof?" Melinda mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh pria tua yang jadi profesor itu.


Melinda terkejut sekaligus bingung. Ia tidak mengerti dengan reaksi yang di tunjukkan oleh profesor padanya.


"Ada apa ini?" Suara seorang pria menyita perhatian. Tuannya baru saja kembali dari toilet.


"Melinda?" Pria itu melirik pada wanita yang berdiri di hadapan profesor.


"Tuan, anda juga di sini?"


"Sedang apa? Apa yang terjadi? Kenapa kalian seperti sedang membicarakan sesuatu yang serius?" tanya tuannya.


"Aku… juga tidak mengerti. Profesor mendadak marah setelah tahu kalau aku semalam tidur dengan Andrich…"


"Apa?!" Reaksi yang sama. Melinda sampai kaget dibuatnya. "Kenapa kau lakukan itu?!" Tuannya tampak marah dengan tindakannya.


"I… itu… memangnya apa yang salah?" Melinda masih tidak mengerti.


"Seharusnya kau tidak melakukan itu! Dengan kau melakukan itu, kau baru saja membuat sebuah kesalahan besar dengan memicu sisi lainnya kembali muncul," gumam profesor.


"Sisi lain? Aku tidak mengerti dengan apa yang sejak tadi anda bicarakan, prof… sisi lain apa yang anda maksud?"


Tuannya bergerak menutup pintu dan menguncinya, memastikan tidak ada orang yang bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Sisi lain Andrich. Sama seperti dirimu, dia juga memiliki sisi dimana hormon dan dopamine di otaknya cukup tinggi," jelas tuannya.


"Jadi?" Melinda mencoba mencerna walaupun kalimatnya benar-benar sulit masuk ke otaknya.


"Dengar! Kau dan Andrich bukanlah evolver biasa. Kalian ada evolver istimewa yang kami ciptakan." Profesor akhirnya kembali bersuara setelah terdiam.


...***...