Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 654 - Tugas dan musuh besar



...***...


"Bisa-bisa kalian tidak akan pernah bebas lagi!" kata Luna.


"Benar."


"Aku tahu, tapi tetap saja. Aku tidak mungkin diam saja melihat kekasihku di culik oleh mereka. Aku harus menyelamatkannya." Rei menundukkan kepalanya, menatap api unggun yang menyala di hadapannya.


"Dan lagi, tugas kami bukan hanya itu," ujar Lucy.


"Aku dan rekan-rekanku datang kemari untuk menghentikan mereka. Bisa di bilang mereka adalah salah satu musuh terbesarku," sambungnya.


"Apa maksudmu, Liana?" Rei menoleh ke arah wanita itu.


"Seperti yang sudah aku katakan padamu Rei, musuh kita sama. Sebenarnya aku dan mereka memiliki kaitan yang cukup erat. Tiga lelaki yang bekerja sama membuat pasukan evolver itu adalah salah satu dari bagian sindikat kriminal yang dulu telah menghancurkan hidupku."


"Huh?" Rei dan yang lainnya terdiam tanpa kata. Mereka terkejut mendengar ucapan Lucy barusan. Wanita itu lantas tertunduk dengan wajah murung. Ia tak mengatakan sepatah katapun selama beberapa saat usai mengatakan kalimat terakhirnya.


Dari sorot pandang Lucy, Rei bisa melihat wanita itu sedang berusaha melawan rasa takutnya. Saat kalimat itu terucap, Rei seolah bisa melihat bahwa ada trauma mendalam yang dialami Lucy. Kalimatnya sendiri membuat dia teringat akan kenangan buruknya itu. Rei juga bisa melihat tangan Lucy gemetar.


Grep!


Aland menggenggam tangannya erat. Membuat Lucy seketika mendongak saat sadar pria itu berusaha menenangkannya.


"Semuanya akan baik-baik saja... Kali ini kita juga pasti akan berhasil," gumam Aland.


"Kau tidak perlu memaksakan diri untuk bercerita jika itu terlalu menyakitkan untukmu..." Elvina menimpali, dan semua orang di sana menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan pendapatnya.


"Thank you... Intinya, tugasku adalah mengalahkan dan menghentikan mereka berbuat lebih banyak kekacauan, dan aku tidak bisa pergi begitu saja sebelum tugasku selesaikan," ujar Lucy.


"Kita harus punya rencana!" tukas Fero yang diangguki yang lain.


"Ya..., kalian benar. Kami memang harus membuat rencana terlebih dulu."


"Kalau begitu aku akan membantu kalian!" Tiba-tiba saja atensi semua orang beralih pada suara yang baru saja mereka dengar. Begitu menoleh, mereka melihat Joe yang baru saja tiba dengan Dorothy dan Derek yang baru saja sadarkan diri.


"Joe.." Elvina dan yang lainnya spontan bangun begitu sadar lelaki itu tiba.



Rei terdiam, ia tertegun melihat Derek yang sudah sadarkan diri.


"A-adikmu sudah sadar?"


"Seperti yang kalian lihat, dia sudah sadarkan diri."


"Syukurlah." Semua orang tersenyum melihatnya. Joe dan yang lainnya lalu menghampiri Rei beserta penduduk lain. Mereka ikut duduk, bergabung bersama yang lain dalam lingkaran yang kini memenuhi tepi api unggun.


Setelah duduk, Joe memperkenalkan Derek pada yang lain. Mereka saling berkenalan dan saling mengatakan nama masing-masing. Setelah itu, tak lupa juga Derek meminta maaf pada Elvina dan William mengenai apa yang selama ini terjadi.


Elvina dan William cukup terkejut karena ternyata ingatan Rei benar tentang pertemuannya dengan Derek. Dia juga terkejut karena ternyata dugaannya benar bahwa Derek adalah orang baik yang telah menolong sepupunya.


Elvina juga mengatakan terima kasih banyak pada Derek.


...***...