Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 702 - Derek yang tenang



...***...


Tiana dan Rivanno terus melangkah menyusuri koridor. Mereka terus mengecek ruangan yang mereka lewati satu persatu, tak jarang juga mereka mengendap-endap agar tidak diketahui oleh orang lain. Mereka bahkan berulang kali hampir ketahuan saat ada beberapa penjaga yang tidak sengaja melewati jalan yang sama dengan mereka. Namun lagi-lagi mereka berhasil menghadapi semua itu dan terus berjalan.


Setelah mencari cukup lama, akhirnya mereka berhenti di satu ruangan yang sama sekali belum mereka cek. Posisinya sangat jauh dari tempat darimana mereka datang. Bahkan letaknya seolah berada di paling ujung laboratorium. Tiana dan Rivanno menghampiri ruangan itu. Mereka hendak mendorong pintu dan mengecek ke dalam. Tapi dari jendela kaca kecil di pintu yang mereka lihat, mereka menangkap sosok seorang pria yang sedang berbicara dengan seorang anak. Itu adalah Martin, dan anak yang mereka lihat adalah Derek yang kini tampak begitu tenang.



"Dia di sini," bisik Tiana pada Rivanno.


"Bagus! Sekarang kita sudah tahu dia ada di mana, yang kita harus lakukan hanyalah berusaha untuk mengeluarkan mereka dari sini."


"Aku rasa itu tidak akan mudah, di dalam sana ada seseorang. Kalau kita menerobos masuk, sepertinya akan terlalu beresiko."


"Ya, kau benar. Kita sembunyi sana!" Tiana dan Rivanno menghampiri salah satu ruangan yang posisinya tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada. Posisi ruangannya berada persis di pojokan, dan bagian pintunya berada di belokan koridor, jadi mereka bisa mengawasi dari berbagai arah secara bersamaan.


Di sisi lain, di dalam sana Martin seperti biasanya sedang mengunjungi Derek. Sejak datang ke laboratorium, entah kenapa Martin dan Miles merasa tertarik dengan anak itu. Terlebih setelah mereka tahu kalau Derek ternyata memiliki rasa penasaran dan pengetahuan yang cukup luas dalam beberapa hal. Apalagi untuk anak seusianya. Yang membuat mereka lebih senang lagi adalah karena Joe dan Derek merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang nantinya akan mereka jadikan sebagai evolver juga. Hanya saja, mereka masih menunggu saat yang tepat untuk mengubah mereka. Sejak Derek sadar, anak itu tampak begitu tenang dan berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Itu yang membuat Miles dan Martin semakin menyukainya.


"Bagaimana kalau setelah ini kita mengobrol lagi? Uncle harus pergi sebentar," ujar Martin padanya. Setelah mengobrol beberapa saat, lelaki itu akhirnya berpamitan. Derek hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Martin mengulurkan tangan sambil mengusap puncak kepalanya pelan lantas berlalu meninggalkannya bersama Joe yang sejak tadi hanya diam di pojok ruangan sambil terdiam. Beda halnya dengan Derek yang tampak tenang, Joe justru berulang kali berteriak dan menangis. Meminta Cato untuk membawanya pulang, tapi Cato sama sekali menghiraukannya dan malah meminta orang lain untuk berusaha menenangkan anak itu. Bahkan Cato meminta salah satu anak buahnya yang tampak menyeramkan untuk menakut-nakutinya. Alhasil anak itu hanya bisa diam sambil menangis merindukan rumah.


Tak jarang Derek berusaha untuk menghibur serta menenangkannya. Setelah Martin pergi dan pintu tertutup rapat, Derek lalu berjalan menuju kamar mandi. Anak itu membuang permen kecil yang tadi diberikan oleh Martin. Sebenarnya bukan permen biasa. Permen itu telah dicampur penenang.


...***...