Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 620 - Tergelincir dari tebing



...***...


"Derek!" Salah satu penjaga menghampirinya.


Derek lalu beralih fokus pada lelaki yang baru saja menghampirinya itu.


"Kalian sedang apa di sini?" Derek memasang wajah bingung.


"Seharusnya kami yang tanya, sedang apa kau di sini?"


"Aku kemari bersama dengan profesor. Tapi karena ada yang tertinggal di kapal, aku jadi kembali sebentar. Lalu saat aku hendak ke menara, aku malah lupa jalannya dan tersesat di sini. Apakah jangan-jangan kalian kemari untuk menjemput ku atas permintaan profesor?"


"Tidak. Kami kemari karena kami sedang mencari evolver yang melarikan diri."


"Huh? Ada evolver yang melarikan diri?"


"Kau tidak melihatnya? Dia baru saja jatuh ke arah sini."


"Aku sejak tadi berjalan di sini, dan aku tidak melihat siapapun. Mungkin dia jatuh ke arah lain."


"Sial. Kalau begitu bantu kami untuk mencarinya!"


"Tapi…, bagaimana dengan profesor?"


"Yang terpenting bantu kami dulu! Nanti kami akan mengantarkan mu menemui profesor."


"Baiklah."


Derek mengikuti permintaan mereka dan melangkah mengikuti mereka mencari Rei.


Aku harap dia sudah melarikan diri dan lolos, pikir Derek.



...*...


Rei bangkit dengan tertatih.


Aku harus lolos. Hanya kalimat itu yang sejak tadi terngiang dalam benaknya.


Rei terus melangkah. Berulang kali dirinya tergelincir jatuh, dan berulang kali juga tubuhnya tergores oleh berbagai macam tanaman rambat dan duri yang ada di sana.


Srukkk!!


Rei kembali tergelincir jatuh entah untuk yang ke berapa kalinya. Ia kemudian berhenti tepat di depan Dorothy yang sedang tersesat. Wanita itu tampak terkejut saat menyadari ada seseorang yang jatuh tepat tak jauh dari tempatnya berada.


Dorothy tercekat. Ia menatap Rei dengan wajah terkejut.


"Arghhh.." Rei meringis menahan sakit yang luar biasa pada tubuhnya.


"Huh?" Dorothy menatap Rei. Penampilan yang Rei membuat Dorothy bisa dengan mudah menyimpulkan kalau dia adalah evolver yang sepertinya berusaha untuk melarikan diri.


Dorothy berusaha untuk mendekat, tapi Rei refleks bergerak menjauh dan terdiam.


Ia berusaha menjaga jarak dari Dorothy yang sama sekali tak di kenalnya. Rei hanya takut kalau ternyata Dorothy adalah bagian dari para penjaga yang berusaha untuk menangkapnya.


"Ke sebelah sini!" Atensinya tersita saat Rei kembali mendengar suara teriakan para penjaga.


"Sial!" gerutunya. Tanpa bicara sepatah kata pun, dia segera bangkit dan berlari dengan sisa tenaganya. Meninggalkan Dorothy seorang diri di sana.


Semakin lama Rei melangkah, ia semakin merasa kehabisan tenaga. Tubuhnya terluka parah dan darah terus mengucur keluar dari tubuhnya.


Brukk!


Rei yang sudah tidak sanggup lagi untuk berlari lantas berusaha untuk duduk. Tapi posisi kakinya yang tidak benar sekali lagi membawanya jatuh hingga ke dasar.


Tubuh Rei terus menggelinding hingga akhirnya berhenti dan tertahan oleh sebuah pohon besar.


Rei terbaring sambil merasakan sakit yang menerjang tubuhnya. Rei berusaha mengatur napasnya.


"Sakit…" lirihnya.


"R-rasanya sangat menyakitkan…" Rei tanpa sadar menangis. Air mata membasahi kedua belah pipinya.


Rei sungguh tidak bisa berbuat apa-apa. Energinya habis dan tubuhnya terluka parah. Rei hanya bisa diam merasakan semuanya. Pasrah pada keadaan yang sejak awal tak berpihak padanya.


Rei diam sambil memandangi langit biru disana.


...***...