Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 600 - Senior…



...***...


Tidak aku sangka, ternyata dia masih hidup. Dan ternyata Miles benar kalau R31 adalah evolver istimewa. Buktinya, dia bisa bertahan hidup sampai sekarang.


Jadi selama dia melarikan diri dan menghilang, dia berhasil kembali dan bertemu dengan Elvina serta William?


Tapi ini gawat. Kalau Rei ternyata berpihak pada mereka, maka itu artinya dia adalah musuhku. Bisa saja, dia menyerangku.


Ini akan menjadi ancaman bagiku dan yang lain. Terlebih, Rei adalah evolver istimewa. Kemampuannya dalam bertahan bisa saja mengalahkan semua pasukan evolver yang aku miliki.


Sampai saat itu terjadi, lebih aku menyiapkan senjata cadangan untuk menyerang balik.


Sebagai persiapan…, sepertinya aku harus secepatnya membangunkan dia dan mengaktifkan kekuatan yang selama ini tertidur dalam dirinya.


Martin mengepalkan tangannya. Otaknya sejak tadi tidak henti-hentinya memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi kalau sampai Rei menyerangnya dan rekannya. Itu akan menjadi bencana sangat besar yang bisa saja mengancam keselamatan dirinya.


"Profesor, bagaimana sekarang? Apakah saya harus mencarinya? Mungkin saja dia melarikan melarikan diri, dan masih berada di sekitar pulau ini." Arleta menyadarkannya dari seluruh lamunan.


"Tidak perlu."


"Eh?"


"Kita tidak akan bisa menemukannya. Terlebih walaupun kita bisa menemukannya, dia bukan tandingan kita. Kita tidak tahu apa saja kekuatannya kan?"


"Tapi, sudah saya jelaskan kalau Rei sepertinya kehilangan ingatannya. Bahkan saat dia melihat saya, dia terlihat tidak mengenai saya sama sekali."


"Tetap saja kita tidak bisa gegabah. Karena mungkin saja dia melakukan hal itu karena tidak ingin rencananya hancur."


"Lantas, apa yang harus kita lakukan kalau sampai hal itu benar?"


"Kita harus bersiap untuk segala kemungkinan yang terburuk."



...*...


Rei membuka kedua matanya perlahan. Setelah tidak sadarkan selama hampir satu jam, akhirnya lelaki itu siuman.


"Arghh…" Rei meringis menahan sakit. Kepalanya masih terasa tidak nyaman.


Rei mengerjap. Terdiam untuk sesaat sambil berusaha memperjelas penglihatannya. Begitu semuanya jelas, ia bisa melihat William, dan yang lainnya kini menatapnya dengan raut wajah lega.


"Will…"


"Syukurlah kau baik-baik saja. Aku sangat mencemaskanmu."


"Aku…, dimana?"


"Kau ada di desa tempat para evolver yang melarikan diri berada."


"Apa?"


Brakk!


Perhatian semua orang mendadak beralih ke arah pintu yang di dorong begitu kencang. Dari arah pintu, Elvina datang bersama Luna dan yang lainnya.


"Rei!" teriaknya dengan wajah panik. Wanita itu langsung berlari menuju arah Rei saat melihatnya telah sadarkan diri.


"Syukurlah kau berhasil ditemukan! Aku sangat cemas dengan keadaanmu!" Elvina memeluk Rei erat. Wanita itu bahkan sampai menangis saking leganya melihat sepupunya itu selamat.


Di sisi lain, sementara Elvina dan William sibuk memperhatikan Rei. Beda halnya dengan Lucy dan Aland yang sejak tadi fokus perhatiannya tersita oleh kedatangan seorang wanita berjilbab hitam.


Keduanya diam terpaku di tempatnya dengan mata terbelalak.


Kedua mata Lucy tanpa sadar berkaca-kaca.


Di saat yang sama, wanita yang dilihatnya itu terdiam sambil beradu tatap dengannya. Wajahnya tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Perlahan senyuman terbit di wajahnya dengan air mata yang tanpa sadar mengalir membasahi kedua pipinya.


"Senor Lou! Senior Al!" teriaknya sambil berlari menghampiri mereka.


"Am!" Lucy dan Aland menghampiri Amanda di sana dan memeluknya erat.


Tangisan mereka pecah.


...***...