
...***...
"Apakah itu artinya kita akan bisa memang? Aku memiliki semua kekuatan itu, kan? Mengendalikan air, api, terbang dengan udara, dan bisa mengendalikan alam."
"Tapi jika tuan menggunakan semua kekuatan itu, seperti yang aku katakan tadi... Tuan akan kehabisan energi, dan itu akan membuat kekuatan tuan melemah. Kecuali kalau ada evolver yang memiliki kekuatan utama berupa kekuatan elemen, maka itu akan lebih baik."
"Maksudmu, kita butuh evolver dengan kekuatan elemen untuk membantu kita?"
"Intinya begitu. Karena orang-orang kekuatan utama berupa elemen biasanya memiliki energi yang lebih besar dan mereka memiliki stamina yang lebih stabil dibandingkan evolver lain."
"Tapi... Dimana kita bisa menemukan mereka? Bukankah ini akan sulit? Terlebih kita tidak memiliki banyak waktu..."
"Itu masalahnya..."
Rei menghela napas dalam-dalam. Usaha mereka ternyata akan lebih sulit dibandingkan yang mereka bayangkan. Rei kini sibuk berusaha memikirkan cara lain agar mereka tetap bisa mengalahkan Martin dan Cato. Namun ketika sedang memikirkan itu, tiba-tiba saja Rei teringat akan kejadian tadi. Kejadian dimana dia melihat sebuah penglihatan tentang seorang pria tua dan anak kecil.
"Louis. Bisakah kau membantuku untuk pergi ke suatu tempat?"
"Pergi ke suatu tempat? Kemana tuan?"
"Tadi aku tidak sengaja mendapatkan penglihatan. Aku tidak yakin apakah itu di masa depan atau di masa lalu. Tapi yang pasti dalam penglihatan yang aku lihat, ada seorang kakek tua yang berpakaian seperti seorang profesor. Dia berjalan di sekitar pulang seberang. Namun dengan pemandangan yang berbeda."
"Memangnya kenapa dengan kakek tua itu?"
"Bagaimana tuan melihat kejadian itu? Maksudku, apakah itu muncul secara tiba-tiba, atau ada penyebab lain?"
"Kalau tidak salah, aku melihatnya setelah Derek menepuk pundakku."
"Sepertinya akan lebih baik kalau tuan menanyakan lebih dulu apakah itu adalah bagian dari masa lalunya atau bukan. Sebab itu akan lebih mempersingkat penyelidikan kita."
"Ide bagus. Aku akan menanyakannya sekarang juga. Kalau begitu kita bertemu lagi ketika semua orang sudah tertidur."
"Baiklah."
"Kau boleh pergi."
...*...
Setelah berbicara dengan Louis, Rei segera mendatangi Derek dan memintanya untuk bicara berdua. Dia lantas menanyakan mengenai apa yang dilihatnya. Menanyakan apakah dia pernah mengalami apa yang dia lihat itu. Tentang lelaki tua yang mungkin saja adalah kakeknya. Tapi begitu mendengar penjelasan dari Rei, Derek berkata bahwa dia sama sekali tidak pernah mengalami apa yang dia maksud. Bahkan dia tidak bisa mengingat seperti apa kakeknya, atau bahkan orang tuanya. Derek juga menjelaskan kalau sebenarnya dia dan Joe kehilangan seluruh ingatan mereka mengenai masa lalu mereka, dan ingatan yang mereka ingat hanyalah ketika mereka terbangun di laboratorium dan menjalani operasi seperti yang lain.
Usai pembicaraan itu, Derek dan Rei akhirnya kembali menemui yang lain. Mereka sempat berbincang sebentar bersama yang lain.
...***...