
...***...
Hutan yang sama, saat ini.
2020
Rei terdiam tanpa kata. Kepalanya tertunduk. Rasanya seperti sebuah cerita dongeng saat Louis menjelaskan semuanya pada Rei secara detail mengenai apa yang terjadi di masa lalu serta mengenai alasan kenapa akhirnya dia bisa berada di tempat ini sebagai Rei.
"Maaf karena sudah menyeretmu sampai sejauh ini. Sekarang aku mengerti arti dari ramalan yang aku lihat saat aku keluar masuk dari portal dimensi. Ramalan yang aku lihat tentang darah, ledakan, dan kehancuran itu adalah gambaran dari apa yang akan terjadi dalam waktu dekat," gumam Louis.
"Kalau aku yang memutuskan, lalu kenapa aku tidak ingat apa-apa? Dan kenapa saat sadar pertama kali, aku tiba-tiba ada di atas kapal menuju Tarakan?"
"Sepertinya yang sudah aku jelaskan, aku yang membawa tuan menuju tempat yang seharusnya. Karena tuan dari masa depan dan hidup dengan bertukar tempat dengan tuan yang asli, maka ada perubahan yang terjadi. Tuan jadi kehilangan semua ingatan tuan saat hidup sebagai Yeon-woo."
"Lalu kenapa aku bisa memiliki kekuatan tapi mereka tidak bisa mengenaliku sebagai evolver?"
"…Selain itu, aku juga memberikan beberapa kekuatan yang aku miliki agar kita jadi punya ikatan satu sama lain. Dan suatu saat ketika tuan mengingat namaku, tuan akan bisa melihatku. Itulah kenapa beberapa di antara kekuatan yang tuan miliki mirip dengan kekuatan yang aku miliki."
"Darimana kau bisa tahu semua informasi ini?"
"Itu karena…, aku sempat menyelidikinya. Bahkan aku juga tahu saat kejadian tuan di culik, dan di bawa ke pulau ini. Di saat itu juga Elvina dan William di bawa. Saat kejadian tuan melarikan diri pun, mereka juga sedang berjuang melarikan. Mungkin terdengar tidak masuk akal. Tapi naluri kalian yang sangat kuat, dan ikatan batin kalian, tanpa sadar membuat kalian saling berjuang untuk bisa bebas dan kembali bersama."
Rei mengepalkan kedua tangannya. Meremas pasir yang kini menjadi pijakannya. Ia sudah tidak lagi menangis, tapi rasanya tetap saja aneh. Semua yang dialami dan terjadi padanya, semuanya benar-benar seperti sebuah cerita fiksi yang sulit diterima oleh akal sehat manusia.
"Apakah penjelasan ku cukup untuk menjawab semua pertanyaan tuan?" tanya Louis.
Rei menghela napas dalam-dalam sebelum mengatakan sesuatu.
...***...