
...***...
"Kau tidak apa-apa?" Aland mendekat ke arah Lucy yang baru saja terhempas jauh.
"A… aku baik-baik saja," ujar Lucy dengan terbata-bata. Ia berusaha menahan rasa sakit pada tubuhnya.
Lucy dan Aland mendongak memandang sosok lelaki yang baru saja datang dan tiba-tiba menyerang mereka dengan kekuatan.
"Aku sudah mencarimu di London, tidak aku kira ternyata kau berhasil melarikan diri hingga kemari. Kau tahu? Gara-gara kau, tuan sampai marah besar?" Wyman mengangkat tangannya hingga membuat sebuah bola energi yang tercipta dari angin.
Aland dan Lucy membelalakkan mata melihat lelaki itu.
Mereka mengikutiku hingga kemari? pikir Lucy.
"Siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba menyerang kami?!" teriak Aland yang sebelah tangannya bergerak meraih pistol yang tergantung di pinggangnya.
"Aku tidak ada urusan denganmu!" Wyman mengibaskan tangannya. Aland baru saja akan menyerang lelaki itu, tapi belum sempat pelurunya melesat, tubuh Aland lebih dulu terhempas.
Brukk!
Tubuhnya terhempas angin kuat yang mana adalah kekuatan Wyman.
"Al…" Lucy bangun dengan tergopoh-gopoh. Ia hendak membantu Aland yang terjatuh di sana.
Lucy segera menembak Wyman dengan thorny bites miliknya.
Wyman tak tinggal diam. Dengan gesitnya, ia menghindari setiap serangan dari Lucy.
Layaknya angin yang bergerak tanpa di ketahui, ia pun sama. Setiap gerakannya nyaris tak menimbulkan suara.
Wushh…
Wyman menghempaskan tangannya yang lain. Membuat bola dalam genggamannya itu terhempas menghantam tanah.
Bersamaan dengan itu, kepulan asap tebal berwarna keunguan mulai menyelimuti dirinya.
Lucy terus berusaha menembaknya. Tapi pandangannya terhalang oleh kabut yang sengaja ditiup Wyman hingga membuat Lucy tidak bisa melihat dengan jelas posisi targetnya.
Sial! Apa ini? Apakah jangan-jangan dia juga evolver? batin Lucy yang terus berusaha menembak Wyman. Sialnya setiap serangannya tidak mengenai Wyman.
Sekarang, kena kau! Wyman tersenyum simpul melihat Lucy yang terus meleset.
Ia bergerak hendak menghampiri Lucy dan menangkapnya, tapi Aland lebih dulu menembaknya berulangkali.
Dasar pengganggu! Wyman kembali menghempaskan tangannya sampai membuat tubuh Aland terhempas lebih jauh.
Brukk!
Kepala Aland berbenturan dengan tiang yang ada dibelakangnya hingga membuatnya tak sadarkan diri.
"Aland!" Lucy menoleh ke arah suara dimana ia mendengar Aland terbentur sesuatu yang keras.
Aku harus membantunya, pikir Lucy yang hendak mencari jalan yang benar menuju arah Aland.
Entah kenapa, tubuhnya terasa berat dan kesulitan untuk bergerak. Langkah Lucy benar-benar tertahan dibuatnya.
Apa yang terjadi dengan tubuhku? Kenapa aku tidak bisa bergerak? Lucy terus berusaha menggerakkan tubuhnya, tapi sangat sulit. Bersamaan dengan itu, kepalanya terasa berat dan ia mulai merasa ada yang tidak beres dengan kabut itu.
Kedua matanya mulai terasa mengantuk.
Apa ini? Kenapa aku mengantuk? Lucy menggelengkan kepalanya kuat-kuat supaya ia kembali sadar.
Brukk!
Tubuh Lucy terhempas di tanah bersemen. Wyman tersenyum simpul melihat Lucy yang kini terduduk di tanah bersemen dalam keadaan mulai terpengaruh oleh kabut tidurnya.
Kau tidak akan bisa lari lagi, pikir Wyman.
"Liana!" Suara Elvina membuatnya seketika tersadar. Ia membuka kedua matanya dan segera mencari asal suara itu dari segala arah.
"Sial! Siapa itu?" Wyman menoleh ke arah datangnya suara. Baru saja ia menoleh, Rei lebih dulu menghajarnya dengan tinjunya hingga jatuh.
...***...