Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 294 - ATM



...***...


"Aku pinjam kartu ATM-mu!" ujar Derek. Saat ini mereka telah tiba di salah satu mesin ATM yang ada di tempat yang cukup ramai. Derek meminta Pricilla berhenti begitu ia melihat mesin ATM di tepi jalan.


"Tidak! Apa yang ingin kau lakukan dengannya?! Setelah kau memeras pria tadi, kau juga ingin memeras uangku? Dengar! Aku akan melaporkanmu pada polisi atas apa yang kau lakukan ini agar kau di penjara," ancam Pricilla.


"Sudah aku bilang kalau aku bukan penjahat! Aku hanya meminjamnya agar aku bisa menarik uang yang di kirimkan temanku. Lagipula siapa yang aku peras? Aku tidak memeras siapapun!"


"Lelaki tadi! Buktinya kau meminta uang padanya, apa namanya kalau itu bukan memeras?!"


"Dengar nona! Dia adalah sahabatku yang bekerja di luar kota. Aku hanya meminjam uang padanya agar aku bisa mencari tempat tinggal, karena semua uang cash yang aku miliki tertinggal di rumah saat semua orang tadi berusaha menangkapku!"


"Kau berbohong! Lagipula siapa orang-orang tadi dan kenapa dia mengejarmu? Hanya ada dua kemungkinan, kau adalah pencuri yang berusaha melarikan diri, atau kau adalah seorang pemeras uang yang ketahuan dan berusaha melarikan diri!"


Derek mengusap wajahnya kasar. Pricilla tidak mudah untuk ia yakinkan. Wanita itu terus saja ngotot kalau Derek adalah seorang pemeras uang.



"Dengar! Aku hanya memintamu untuk meminjamkan kartu ATM agar aku bisa mengambil uang! Itu saja. Kalau kau tidak percaya, aku akan membayar biaya sewanya!" Derek kesal.


"Aku tidak mau!"


"Aku hanya butuh sebentar. Kalau kau tidak percaya, kau ikut denganku masuk ke dalam sana!" Derek menarik tangan Pricilla dan memintanya untuk keluar.


Pricilla keluar dengan terpaksa. Derek menarik tangannya hingga mereka tiba di dalam mesin ATM.


"Berikan kartunya." Derek menyodorkan tangannya.


"Aku tidak mau."


"Sudah aku bilang tidak mau!"


Derek menghela napas berusaha untuk sabar. Namun sialnya gagal. Ia menggerakkan tangannya merobek sedikit pakaian yang ia pakai kemudian menggerakkan dengan kemampuan yang ia miliki guna menutupi CCTV yang ada di sana.


Pricilla melongok dengan apa yang baru dilihatnya. Kini lelaki itu bergerak mengeluarkan dompet miliknya dari kantong celana jeans yang ia kenakan.


Brukk!


Tubuhnya menabrak dinding kaca dibelakangnya saat melihat Derek menggunakan kemampuannya mengeluarkan dompet Pricilla hanya dengan gerakan tangannya.


Benda itu kini melayang di udara dan Derek mulai mengeluarkan kartu ATM miliknya.


Dompetnya mendadak jatuh saat Derek lebih fokus pada kartu ATM Pricilla.


Derek mendekatkan kartu itu pada permukaan layar hologram yang tampil pada telecosysnya. Dalam seketika angka-angka yang tertulis di layar hologram itu menyusut sesuai jumlah yang hendak di transfernya pada ATM Pricilla.


"Mungkin ini cukup untuk sekarang," gumam Derek yang kemudian menggenggam kartu ATM-nya.


Ia segera menghampiri mesin, memasukkan kartu ATM-nya dan mengotak-atik layar hologram pada telecosysnya sebelum kemudian layar pada tampilan mesin ATM mulai tampak.


B… bagaimana dia bisa tahu pin ATM-ku? Pricillia melongok.


Derek berkutat dengan mesin ATM sebelum akhirnya uang mulai keluar dari dalam sana dengan jumlah yang tidak sedikit. Begitu semuanya keluar, Derek meminta Pricilla untuk membantunya membawa semua uang itu ke dalam mobil.


Pricilla hanya bisa mengikuti perintahnya, ia memasukkan semuanya.


...***...