
...***...
Bandara Heathrow, London.
Pricilla menghampiri Derek yang sejak tadi duduk menunggu dirinya kembali dari toilet.
Belum sempat Pricilla tiba di hadapan Derek, ia lebih dulu menghentikan langkahnya ketika ia secara tak sengaja melihat seorang lelaki dengan gerak-gerik yang mencurigakan.
EA? Kalau tidak salah Derek pernah membahas mengenai suatu organisasi di London yang memiliki badan khusus yang menangani kasus buronan sepertiku dan Derek. Lebih baik aku berhati-hati, takutnya dia memang benar-benar orang yang berusaha menangkapku dan Derek, pikir Pricilla ketika ia secara tak sengaja melihat sebuah simbol di lengan baju lelaki itu dengan tulisan EA di sana.
Pricilla bergerak secara perlahan menuju Derek yang terduduk di sana. Ia berusaha berjalan biasa agar pria itu tak curiga kalau dirinya sudah melihatnya.
"Derek." Pricilla tiba di sana.
"Kau sudah kembali? Kalau begitu ayo bawa barang-barangnya, sebentar lagi penerbangan kita akan berangkat." Derek baru saja akan bangun dari duduknya, tapi secepatnya Pricilla menahan lengannya.
"Ada yang harus aku bicarakan," kata Pricilla dengan berbisik.
"Ada apa?"
"Aku melihat seorang lelaki yang sejak tadi bergerak dengan cukup mencurigakan. Lelaki itu sejak tadi terus memperhatikan ke arahmu, sepertinya kita sedang di awasi."
"Benarkah? Dimana orang itu?"
"Jangan menoleh!" Pricilla memegang kedua pipinya hingga membuat mata mereka beradu satu sama lain.
"Kalau tidak salah, aku melihat sebuah logo di lengan bajunya. Tulisannya EA."
"EA? Maksudmu Evol Agent?"
"Sepertinya benar."
"Pakaian seperti apa yang dia kenakan?"
"Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, yang pasti dia mengenakan mantel putih dengan celana hitam panjang. Aku tidak bisa melihat baju dalam yang ia kenakan."
"Itu pasti mereka. Ini gawat, mereka benar-benar sudah menemukan keberadaan kita, dan sepertinya mereka menggunakan cara halus guna menangkap kita."
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?"
"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?"
"Pakai hoodie dan topimu. Secepatnya kita pergi ke dalam pesawat agar kita bisa menghindar."
"Baiklah."
"Ayo pergi!" Derek menarik Pricilla menuju toilet untuk mengganti penyamaran mereka.
...*...
Aland melajukan mesin mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan Lucy yang duduk tepat di sebelahnya. Wanita itu baru saja mendarat dan duduk di kursi kosong di sampingnya.
Aland terus mengikuti mobil yang menjadi target mereka.
"Kita tidak boleh sampai gagal lagi menangkap dia!" kata Lucy penuh tekad.
"Kita tidak akan kehilangan dia. Karena ini akan menjadi pelarian terakhirnya." Aland memastikan.
"Eth, kau masih bersama kami 'kan?"
"Tentu, aku selalu bersama kalian. Selama kalian mengejar mereka, aku akan membantu Dan serta Je."
"Baiklah."
Mobil yang mereka ikuti akhirnya tiba di depan bandara. Seorang pria yang menjadi targetnya itu keluar dari dalam mobil seorang diri meninggalkan beberapa anak buahnya yang lain.
Lucy dan Aland keluar dari mobil dengan penyamaran yang telah sempurna, mantel di tubuh mereka membalut kostum hitam mereka agar tidak terlihat begitu jelas.
Lucy dan Aland mengeluarkan koper berisi peralatan yang nantinya akan membantu mereka dalam misi pengejaran lelaki yang menjadi targetnya.
"Lebih baik kita berpencar agar dia tidak dengan mudah menyadari kita."
...***...