Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 368 - Kancing



...***...


"Maksudku begini. Kita baru saja berstatus pacaran, dan dalam sebuah hubungan tentunya memiliki pasang surut. Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Bisa saja ada sesuatu yang terjadi hingga membuat kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita 'kan?"


"Mungkin ucapanmu ada benarnya juga. Tapi… biarpun itu benar, aku tidak akan berpaling pada wanita lain dan akan terus mempertahankan hubungan kita. Aku sangat berharap kalau kita bisa memiliki hubungan yang lebih serius dari sekedar pacaran, mungkin tidak sekarang. Namun, aku akan selalu menantimu." Leon meraih tangan Elvina dan mencium punggung tangannya.


Elvina terdiam menatap Leon dengan wajah merona. Ia tidak pernah menyangka kalau Leon akan seserius ini dengan dirinya.



...*...


"Aku harap dia tidak menunggu terlalu lama," gumam Rei seraya berjalan menyusuri ruang koridor. Ia baru saja kembali dari toilet dan sekarang hendak pergi menemui Lusia yang berada di kantin dengan Gloria.


Mereka memutuskan untuk pergi ke kantin karena merasa bosan dengan hidangan yang ada di kafetaria sekolah mereka yang menghidangkan nyaris makanan yang sama seperti beberapa waktu lalu.


Rei merogoh ponselnya untuk mengecek pesan yang baru saja masuk. Ia yang tidak bisa terlalu memperhatikan jalan sampai tidak sadar kalau Melinda berjalan dari arah yang berlawanan darinya.


Brukk!


Melinda tak sengaja menabrak Rei hingga membuat minuman dalam genggamannya tumpah membasahi seragamnya.


"Argh!" Rei mendongak pada gadis yang baru saja menabraknya dan menumpahkan setengah minuman yang ia bawa ke seragam miliknya.


"Astaga, Rei. Maaf, aku tidak sengaja." Melinda panik. Ia menaruh gelas plastik minumannya ke atas tembok di sana.


"Tidak apa-apa," gumam Rei.


"Pakaianmu basah, biar aku bantu keringkan." Melinda mengeluarkan tisu dari kantong rok yang ia kenakan dan mengelap seragam Rei yang basah.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri."


"Jangan sungkan, anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku. Astaga, nodanya tidak bisa kering. Ayo, biar aku keringkan di tempat lain." Melinda menarik tangan Rei.


"Jangan seperti itu." Melinda memaksanya, menarik Rei pergi dari sana.


Rei terseret di belakang gadis itu. Mereka melangkah melewati kantin dan pergi ke ruang UKS.


Lusia dan Gloria tak sengaja melihat Rei melintas di sana. Spontan keduanya beranjak dan segera mengejarnya.


Tiba di ruang UKS, Melinda memintanya untuk duduk.


"Aku sudah bilang, aku bisa sendiri. Lagipula kenapa kita di sini?" Rei melepaskan diri dari Melinda.


"Buka seragammu. Biar aku keringkan di sini," kata Melinda.


"Aku tidak mau."


"Tidak perlu malu, biar aku bantu keringkan." Melinda bergerak memaksanya, melepas satu persatu kancing seragam Rei.


"Berhenti! Kau bisa membuat orang-orang salah paham." Rei mencengkram pergelangan tangan gadis itu.


"Tidak akan. Tidak ada yang lihat juga." Melinda memberontak berusaha membantu Rei melepaskan kancing seragamnya. Terjadi tarik menarik hingga membuat seluruh kancing seragam yang Rei gunakan lepas dan berjatuhan di lantai.


Srakk!


Rei melongok saat gadis itu merusak seragamnya. Melinda melotot melihat tubuh indah Rei.


"Apa yang kau lakukan!" Rei melangkah mundur.


"Aku sungguh tidak sengaja. Biar aku perbaiki seragammu." Melinda mendekat tanpa sempat membuat Rei berbicara. Alih-alih melepas seragam Rei, ia malah meraba tubuhnya sembari menelan ludah.


...***...