Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 691 - Akan aku kirimi pesan



...***...


Kenapa Meredith harus memutuskan pulang secepat ini? Padahal aku belum menemukan kebenarannya sama sekali. Kalau saja mereka di sini lebih lama, mungkin itu akan memberikanku waktu untuk membongkar semuanya. Tapi aku tidak mungkin melarang mereka untuk pulang. Mereka pasti ingin segera pulang dan menemui Claire yang juga pastinya cemas akan keadaan cucunya. Sekarang aku harus bagaimana? Aku belum sempat membongkar apa yang sebenarnya terjadi, namun mereka sudah lebih dulu pulang dengan membawa Lusia. Dorothy membatin. Sejak tadi hati dan pikirannya terasa tidak tenang. Keputusan yang diambil Meredith cukup mendadak. Dorothy belum bisa menemukan kebenaran yang berusaha dia temukan dibalik niat dari Cato dan alasan ketidak tenangannya dengan kehadiran Lusia kembali. Dorothy ingin sekali menahan mereka agar dia punya cukup bukti untuk menunjukkan ucapannya benar tentang adanya yang tidak beres. Namun sayangnya dia sama sekali tidak bisa melarang mereka atau menahan mereka lebih lama. Terlebih Meredith bilang mereka sudah membeli tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia.


Perhatian Dorothy beralih. Ia menatap Lusia lewat pantulan kaca spion tengah. Dari kaca itu, dia bisa dengan jelas melihat Lusia yang duduk di antara Meredith dan suaminya. Sekali lagi, Dorothy sungguh merasa bahwa memang ada yang tidak beres. Dia juga merasa kalau anak itu bukanlah Lusia yang asli. Tapi Dorothy sama sekali tidak memiliki bukti untuk semua itu. Dia perlu menyelidikinya lebih dalam lagi untuk bisa benar-benar percaya.



Tring!


Ponsel Dorothy berbunyi, membuat atensi wanita itu seketika beralih pada benda yang berada di dalam kantong mantelnya. Dorothy merogoh benda itu dan mengecek siapa yang baru saja berusaha menghubunginya. Begitu dia melihat, nama Tiana tertera di layar.


Cato yang duduk di samping kemudi seketika melirik ke arahnya. Dorothy sama sekali tak berniat mengangkat telepon dari Tiana. Terlebih sekarang ini dirinya sedang bersama Cato dan yang lainnya. Situasinya benar-benar tidak tepat. "Siapa? Kenapa tidak kau angkat?"


Cato berujar, membuat Dorothy terkejut dan spontan menoleh padanya. "Huh? Oh, hanya suster yang membantuku di rumah sakit. Padahal aku sudah memberitahu suster lain bahwa aku tidak masuk hari ini."


"Akan aku beritahu sekarang." Dorothy menekan tombol pada ponselnya. Dia dengan sangat terpaksa harus menerima telepon itu, dan bersikap biasa agar tidak terlihat mencurigakan. "Halo, suster Lyla."


"Dorothy, aku harus—" Belum sempat Tiana menyelesaikan kalimatnya, Dorothy langsung memotong ucapan wanita itu dan memberikan kode padanya lewat ucapannya. Berusaha memberitahukan padanya bahwa sekarang ini dirinya sedang bersama suaminya. Pergi ke bandara untuk mengantarkan Meredith dan keluarganya.


"Huh? Oh, maaf. Memangnya suster Alexis belum memberitahumu kalau hari ini aku mengambil cuti?"


"Huh? Apa? Kau ini bicara apa, Dorothy? Ini aku, Tiana," ujarnya dengan nada bingung. Tiana sama sekali tidak mengerti kenapa Dorothy memanggilnya Lyla. Dorothy hanya bisa tetap berusaha tenang, dan berusaha menjelaskan situasinya. "Iya, jadi aku tidak masuk kerja hari ini. Sekarang aku sedang bersama suamiku, kami sedang dalam perjalanan. Ada urusan yang harus kami selesaikan. Jadi nanti saja kita bicara lagi kalau kau memang ingin bertanya sesuatu padaku, okay? Akan aku kirimi kau pesan secepatnya!"


Dorothy langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, lalu menuliskan pesan.


...***...