Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 237 - Tidak tahu pasti



...***...


Beberapa evolver yang berhasil membangunkan William dari posisinya itu lantas menarik tubuhnya untuk mereka bawa ke tempat yang seharusnya.


Langkah mereka terhenti saat secara tiba-tiba tanaman merambat mengikat langkahnya.


"A… apa ini?" Satu evolver terkejut bukan main dengan apa yang terjadi.


"K… kekuatan ini…" Dua diantaranya tahu siapa yang baru saja menyerang mereka. Spontan mereka melepaskan William yang berada dalam dekapan mereka.


Tubuh William yang tak sadarkan diri terkapar di tanah. Sementara beberapa evolver lain yang tadi menyerangnya, kini mulai berusaha membebaskan diri dari tanaman rambat yang kini melilit tubuhnya secara perlahan.


"Argh…" mereka semua tumbang dalam lilitan tanaman yang merambat tubuh mereka dan membuat mereka sama sekali tidak bisa bergerak.


Rei mendarat. Ia segera menghampiri William yang terkapar di sana.


"Will…" Rei berusaha menyadarkan sepupunya itu, namun gagal. Ia tak merespon setiap tepukan yang dilakukannya pada pipinya.


Beberapa evolver yang semula menyerang William berusaha berteriak guna meminta Rei melepaskannya, tapi gagal saat salah satu tanaman itu membungkam mulutnya.


Aku harus segera membawanya ke tempat yang aman, pikir Rei yang segera mencari tempat yang aman agar ia dapat membantu William sadarkan diri.



...*...


"Elvina?" Rei menepuk wajah sepupunya itu lagi, namun lagi-lagi tak ada respon sama sekali darinya.


"Elvina, sadarlah." Ia tak menyerah begitu saja.


Rei kembali menepuk wajahnya secara perlahan, dan setelah mencobanya berulang kali, akhirnya ada respon dari Elvina.


Wanita itu mengerjap, ia membuka kedua matanya perlahan. Pandangannya semula kabur, tapi setelah mengerjap beberapa kali, akhirnya ia dapat melihat Rei dengan jelas.


"Rei…" Elvina berujar lirih.


"Dimana aku?" Elvina agak meringis saat rasa sakit menjalar di tubuhnya.


"Kita masih berada di jalan dimana kau bertarung dengan Joe. Aku sudah mengusirnya," tutur Rei.


"Joe?" Ulang Elvina. Gadis itu mendadak terdiam. Tak lama ia spontan bangkit dari tempat pembaringannya. "Kalau kau ada di sini denganku, itu artinya Will… dia berada dalam bahaya sekarang! Kita harus cepat-cepat membantunya, Rei!" Elvina panik bukan main saat ingat akan ucapan Joe dalam pertarungan mereka.


"Kau tenanglah, aku sudah membantunya dan memastikan dia aman." Rei berusaha menenangkannya.


"Kau sudah membantunya? Sungguh?" Elvina menatapnya dengan wajah berbinar.


"Ya… aku sudah membantunya."


"Tapi bagaimana caranya kau bisa menolongnya? Apakah kau pergi menemuinya dulu? Sekarang dimana William? Bagaimana keadaannya? Apakah dia baik-baik saja?" Elvina menyerbu Rei dengan berbagai pertanyaan.


"A… aku tidak tahu pasti bagaimana keadaannya, tapi kau tenang saja. Aku yakin dia baik-baik saja." Rei terbata.


"Apa maksudmu kau tidak tahu dengan keadaannya? Bukankah kau yang menolongnya?"


"Ceritanya panjang. Yang pasti aku memang membantunya, tapi aku juga tidak tahu pasti bagaimana keadaannya sekarang ini."


Elvina mulai terlihat bingung, tapi ia percaya dengan ucapan Rei mengenai William yang baik-baik saja. Elvina dapat melihat kalau Rei berbicara yang sejujurnya.


"Aku akan menjelaskan semuanya padamu setelah pulang sekolah. Kita bertemu dan membicarakan semua ini."


"Baiklah."


"Sekarang ayo bangun, kau harus menemui seseorang yang sekarang pasti sedang kebingungan mencarimu yang mendadak hilang dari sisinya." Rei membantu Elvina untuk bangun.


Rei membawa Elvina pergi.


...***...