Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 268 - Jarak dekat



...***...


"Kau tidak akan bisa mengelak lagi." Joe menyeringai penuh kemenangan, ia berjalan menghampiri Elvina.


"Tidak akan semudah itu," gumamnya pelan. Kepalanya yang semula tertunduk kini mendongak menatap tajam Joe.


Elvina bangun dari posisinya. Kedua tangannya terkepal erat.


Joe menampakkan senyum miring di wajahnya. "Rupanya kau masih bisa bangun."


"Kau tidak akan bisa mengalahkan aku semudah itu."


"Kenapa tidak. Kau bahkan sudah kehilangan banyak energimu."


"Kau pikir begitu?" Elvina menyeringai. Ia mengerjap hingga iris matanya berubah, dalam satu kali gerakan mata. Tubuh Joe langsung terpental jauh ke arah tepi danau.


Brukk!


Joe meringis menahan sakit saat tubuhnya menghantam keras permukaan tanah bersemen di sana.


A… apa itu tadi? Kenapa dia memiliki kekuatan seperti itu? Joe tersentak dibuatnya. Ia membulatkan kedua matanya.


Joe berusaha untuk bangkit. Ia memegangi tubuhnya yang benar-benar terasa sakit.



...*...


Rei mendarat di taman bermain yang di kunjungi Elvina dan Leon. Beruntung ia dapat pergi dengan cepat menggunakan kemampuan terbangnya.


"Kak Leon!" William berlari menuju arah lelaki yang tersungkur tak bergerak di sana. Rei berjalan mengikutinya.


"Dimana El? Aku tidak melihatnya dimana pun." William mengedarkan pandangannya, tempat itu sudah kacau. Tapi William sama sekali tidak dapat menemukan keberadaan kakaknya dimana pun.


"El…" William memandangi kakaknya yang sedang berdiri dengan tangan terkepal dengan Joe yang tersungkur di bawah sana. "Ayo bantu dia!" William baru saja bangun tapi Rei lebih dulu menahan langkahnya.


"Yang terpenting sekarang kita bawa Leon dari sini dan tempatkan dia di tempat yang aman. Kau urus Leon dan biar aku yang membantu Elvina, akan terlalu berbahaya kalau kita pergi membantunya bersama-sama."


"Baiklah. Kalau begitu, aku mengandalkanmu." William menyetujui. Rei hanya mengangguk sebagai jawaban, ia lalu bergerak menuju arah Elvina yang ada di sana.


William berjongkok dan segera meraih tubuh Leon yang sama sekali tidak bisa digerakkan.


"Ternyata tubuhmu berat juga. Aku harap isinya otot dan bukan lemak," gumam William yang kini membangunkan tubuh Leon dengan sekuat tenaganya. Setelah berhasil, ia segera membawa Leon menuju tempat yang lebih aman.


Dengan kekuatan pergerakan cepatnya, ia bisa dengan mudah tiba di tempat yang aman. Di sana, William segera membantu membersihkan pakaiannya yang kotor.


"Dia akan sangat bingung kalau nanti sadar dan tiba-tiba melihat pakaiannya sekotor ini." William membersihkan pakaian Leon.


...*...


Tidak peduli kau dapat kekuatan seperti itu dari mana, yang penting sekarang aku harus membawanya kembali pada profesor. Joe bangkit dari tempatnya, ia berlari menuju arah Elvina. Menyerangnya dari jarak dekatnya.


Joe melompat, menendang Elvina dengan kakinya. Wanita itu mengelak dengan mudahnya. Ini adalah kali pertamanya Joe menyerang dari jarak sedekat ini, biasanya ia hanya mengandalkan kekuatannya tanpa pernah memiliki untuk menyerang dalam jarak sedekat ini.


Tapi kali ini, ambisinya untuk menang memaksanya untuk melakukan cara yang berbeda. Ia memusatkan seluruh energinya pada setiap serangannya. Setiap tinju, tendangan, dan jurusnya disertai dengan kemampuan listriknya.


Bugh!


Joe melayangkan tinjunya lagi, dan kali ini Elvina menangkis serangannya dengan mudah. Entah kenapa wanita itu terlihat sangat gesit dari pertarungan mereka sebelumnya.


Elvina balik menyerang Joe.


...***...