
...***...
"Dorothy, ayo naik!" ucap Hera pada wanita tua itu. Dorothy mendongak menatap semua penduduknya yang sudah berada di atas kapal yang di buat oleh Fero termasuk Elvina dan William di dalamnya.
Hera mengulurkan tangannya ke arah Dorothy. Wanita itu hendak melangkah naik, namun berhenti. Sesaat dirinya menoleh ke belakang dan menatap para penjaga yang sedang menyaksikan kehancuran dari rekan mereka sendiri.
"Apa yang kau tunggu! Tidak ada waktu lagi!" Luna berjalan tergopoh-gopoh ke dekat Hera.
Dorothy terdiam sembari menundukkan kepalanya. Tak lama, ia mendongak menatap mereka semua. "Luna, aku tahu kondisimu lemah untuk sekarang. Tapi aku yakin, kau masih bisa menggunakan kekuatanmu untuk melindungi teman-temanmu yang lain," tuturnya.
"Apa yang kau bicarakan! Jangan berkata seolah kau tidak ikut dengan kami!" Luna menatapnya dengan raut wajah kesal.
"Aku tidak ikut," ucap Dorothy yang berhasil membuat semua orang membelalakkan mata. "Aku akan menghadang mereka di sini dan memastikan kalian pergi dengan aman. Lagipula aku tidak bisa pergi begitu saja. Aku tidak bisa meninggalkan hal terpenting dalam hidupku di pulau ini."
"Omong kosong apa yang kau bicarakan!" Kedua mata Luna berkaca-kaca. Ia kesal dengan ucapan Dorothy, namun ia juga merasa sedih ketika Dorothy mendadak berbicara seperti itu. "Cepat naik dan jangan sampai membuatku marah!" Luna berusaha untuk menahan tangisnya.
"Kevin! Jaga mereka dengan baik. Aku tahu, kau adalah orang yang tepat untuk memimpin pelayaran ini." Dorothy memandang Kevin.
"Hera, ingatanmu yang paling bagus diantara semua teman-temanmu. Ingat ini! Kalian harus menggerakkan kapal mengitari pulau ini sebanyak tiga kali, dan kalian akan menemukan jalan untuk pulang."
"Tapi, Dorothy…" Hera menatap Dorothy dengan air mata yang hampir menetes.
"Fero, jalankan kapalnya!" titahnya pada Fero.
Dorothy menoleh ke belakang. Para penjaga masih melihat penjaga lain yang tadi disuntiknya. Tubuh penjaga itu berubah secara perlahan menjadi abu dan melayang di udara begitu angin berhembus.
"Cepat! Tidak ada waktu lagi!" tukas Dorothy penuh penekanan.
Fero akhirnya mau tidak mau harus bergerak sesuai permintaan Dorothy walaupun Fero harus diamuk Luna yang berusaha menahannya untuk menggerakkan kapal.
Di sisi lain, Joe yang melihat mereka pergi dari sana, segera menghubungi rekan-rekannya yang lain agar bergerak cepat membawa kapal guna mengejar mereka.
Dorothy berlari menuju suatu tempat tak jauh dari tempatnya berada. Wanita itu masuk ke dalam ruangan rahasia, entah untuk mengambil apa.
Tak lama, ia keluar dengan sebuah pistol besar berisi cairan yang sama yang dia suntikkan pada rekan mereka.
Kapal terus melaju menjauh dari pulau. Luna terus mengamuk meminta Fero untuk menghentikan dayung agar tidak terus bergerak, namun Fero tak menggubrisnya dan terus menggerakkannya walau ia sendiri tidak ingin.
Kevin berusaha menenangkan Luna dengan dibantu oleh Daisy dan Hera. Mereka terus bergerak hingga kapal berada cukup jauh dari tepi pulau.
Elvina menghela napasnya pelan. Sejenak ia merasa lega bisa melarikan diri dari kejaran para penjaga, namun di sisi lain. Ia merasa sedih juga begitu sadar bahwa Dorothy mengorbankan dirinya untuk memastikan mereka aman.
...***,...