Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 725 - Strategi



...***...


Waktu berlalu. Semua orang akhirnya kembali berkumpul untuk membahas mengenai strategi yang mereka bicarakan. Semua orang berkumpul bersama di meja makan setelah sarapan, mereka tidak langsung bubar. Melainkan duduk bersama sambil membahas semuanya.


"Jadi, bagaimana? Apakah kalian sudah memiliki rencana lain?" tanya Dorothy pada yang lain.


"Aku sudah memikirkan rencana untuk strategi penyerangan kita," balas Rei yang dalam sekejap membuat fokus semua orang beralih padanya yang baru saja bicara.


"Kau sudah punya rencana? Apa rencananya?" tanya Elvina yang duduk di sebelahnya. Rei lantas menjelaskan rencana yang telah dia susun. Rei tetap mengikuti rencana yang diberikan oleh William sebagai rencana utama. Tapi bukan hanya itu, dia juga sudah menyiapkan rencana cadangan bersama Louis semalam.



Sementara Rei menjelaskan rencana yang dibuatnya, semua orang hanya diam dan mendengarkan dengan seksama sampai akhirnya penjelasan Rei selesai dan semua orang paham dengan rencana yang telah dibuatnya. "Bagaimana? Apakah ada yang tidak kalian pahami atau mungkin kalian memiliki saran untuk strateginya?"


"Aku tidak keberatan dengan strategi yang kau berikan, Rei. Aku suka, dan aku pikir ini akan berhasil," ujar Dorothy yang diangguki setuju oleh Elvina, William, Lucy, dan beberapa yang lainnya.


"Tapi jumlah kita tetap terlalu sedikit. Bukankah ini tetap akan menjadi masalah bagi kita?" kata Fero.


"Aku juga sudah memikirkan itu. Maka dari itu, aku meminta beberapa evolver dengan kekuatan yang cukup kuat untuk menjadi pengalihan pertama. Karena mereka akan bisa menandingi para penjaga. Selanjutnya evolver lain akan membantu sementara aku dan dua yang lain menyelinap masuk. Dan lagi, aku sudah memiliki senjata andalan untuk membantu kita."


"Senjata apa Rei?" Elvina mengerutkan kening.


"Aku tahu bagaimana cara mengalahkan mereka."


"Kau tahu bagaimana cara mengalahkan mereka?"


"Baiklah, setelah mendengar ini, aku jadi semakin yakin kalau kita akan menang!" Luna tersenyum penuh semangat. Teman-temannya yang lain ikut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Mereka juga kini yakin bahwa mereka akan menang.


"Baiklah, semuanya sudah setuju. Berarti kita hanya perlu bersiap untuk bergerak."


"Tapi, tunggu. Siapa yang akan masuk bersamamu untuk menyelinap masuk?" Elvina membuat semua orang kembali terdiam. Apa yang ditanyakan wanita itu memang ada benarnya. Rei tidak mungkin masuk sendirian. Harus ada setidaknya satu sampai dua orang yang membantunya di dalam sana.


"Aku sudah menentukannya. Karena aku harus menyelamatkan kekasihku, dan Liana harus menyelesaikan misinya. Maka biar aku dan Liana yang masuk. Lalu sebagai tambahan, karena Dorothy paling mengenal isi laboratoriumnya, maka aku juga ingin memintanya untuk masuk bersamaku dan Liana."


"Aku setuju. Aku akan menemani kalian." Dorothy mengangguk setuju.


"Dan El, Will... Tolong bantu yang lain. Aku sangat yakin pada kalian kalau kalian akan bisa melindungiku dan yang lain."


"Serahkan semuanya pada kami. Lagipula, kami tidak sendirian. Ada Luna dan yang lain yang akan membantu kami."


"Baiklah, itu artinya kita hanya perlu bersiap sekarang."


"Bawa barang-barang dan persenjataan yang akan membantu kita." Dorothy menambahkan. Wanita itu bangkit dari tempat duduknya.


"Senjata? Memangnya senjata apa yang kau maksud?" Amanda mengerut kening.


"Aku memiliki senjata untuk mengalahkan para penjaga. Dan aku pikir kalian juga akan membutuhkannya."


...***...