Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 429 - Dreaworld



...***...


"Kalian ingat dengan pakaian yang mereka kenakan tadi?"


"Oh, benar. Aku ingat, dia mengenakan pakaian serba hitam yang cukup aneh," kata William.


"Tapi melihat pakaiannya, entah kenapa mengingatkan aku pada kostum di film-film aksi yang dulu sering kita tonton," gumam Elvina.


Rei hanya diam mengingat-ingat kembali pakaian yang di kenakan oleh Lucy dan Aland.


Setelah di pikir-pikir lagi, memang mereka berdua mengenakan pakaian yang cukup aneh.


"Oh ya, Rei. Ada pertanyaan kami yang masih belum kau jawab." Elvina mengalihkan pembicaraan.


Rei menoleh ke arahnya yang baru saja berucap.


"Mengenai apa yang terjadi, apakah tadi itu adalah kau yang melakukannya?" tanya Elvina, masih dengan rasa penasaran yang sama mengenai apa yang tadi terjadi saat kedua pria tadi mendadak terpental jauh hingga menghantam tembok.


"Itu… akan aku jelaskan nanti." Rei bergumam.


"Kenapa kau tidak bisa menjelaskannya sekarang?"


"Akan cukup sulit untuk kalian percaya kalau aku menjelaskannya secara langsung."


...*...


Malam semakin larut. Pukul sembilan malam, Rei berbincang dengan Louis sebelum akhirnya pria itu bersiap menjelaskan apa yang terjadi tadi siang pada Elvina dan William.


Rei membaringkan tubuhnya sesuai dengan arahan dari Louis. Ia memejamkan kedua matanya perlahan hingga akhirnya terlelap dalam tidurnya.



Gelap. Selanjutnya tidak ada hal lain yang dapat dilihatnya selain kegelapan.


"Tuan." Louis memanggilnya perlahan.


"Tempat ini lagi?" Rei menatap sekeliling melihat ruangan yang sama. Ruangan yang dulu menjadi tempat pertemuan pertamanya dengan Louis.


"Kenapa kita di sini? Bukankah kau bilang akan membantuku menjelaskan semuanya pada Elvina dan William?" Rei menatap Louis bingung.


"Ya. Sekarang ayo, biar aku antarkan tuan bertemu dengan mereka. Elvina dan William sudah menunggu." Louis berbalik dan berjalan di depan Rei.


Rei melangkah secara perlahan mengikuti cahaya dari tubuh Louis di hadapannya.


Mereka terus melangkah hingga menemukan sebuah cahaya terang yang amat menyilaukan. Rei menyipitkan mata dengan sebelah tangan yang bergerak menutupi sedikit pandangannya guna mengurangi cahaya menyilaukan yang menyinari dirinya.


Ia terus melangkah hingga berada diantara cahaya putih yang semula dilihatnya. Tak lama, setelah berjalan beberapa saat, Rei merasakan cahaya itu menghilang.


Rei membuka kedua matanya lebar-lebar. Hal pertama yang dilihatnya adalah hamparan padang rumput yang hijau dan begitu indah.


Rei berdecak kagum melihat pemandangan dihadapannya.


"Wah… indah sekali," gumam Rei pelan sambil menatap ke sekeliling.


Terdapat pepohonan di sana, ladang bunga di dekat padang rumput, dan yang menambah indah tempat itu, terdapat aliran sungai yang sangat jernih tak jauh dari padang rumput yang dilihatnya.


"Kita ada di Dreaworld," ujar Louis.


"Dreaworld?" ulang Rei dengan sebelah alis terangkat.


Louis mengangguk pelan, kemudian berkata, "ini adalah tempat yang dulu tuan ciptakan. Dunia mimpi yang khusus tuan gunakan agar tuan bisa terhubung dengan Elvina dan William lewat mimpi. Kalian biasanya menghabiskan waktu di sini, saat kalian tidak bisa bertemu secara langsung."


"Benarkah aku yang menciptakannya? Jadi, maksudmu kita berada di dalam mimpi?"


"Betul. Tapi mimpi ini terhubung dengan mimpi Elvina dan William, jadi bisa dikatakan walaupun ini mimpi, tapi tuan benar-benar bertemu dengan mereka."


"Lalu, kenapa kita…"


...***...