
...***...
Bugh!
Joe tersungkur jatuh ke bawah jurang ketika beberapa evolver menyerangnya. Tubuhnya menggelinding ke bawah dengan Derek yang masih berada di punggungnya.
Joe menggerakkan tangannya. Menghentikan waktu agar mereka berhenti jatuh.
Joe berhasil menahan tubuhnya. Tapi tidak lama, karena energinya terlalu sedikit.
Brukk!
Joe kembali jatuh dengan Derek yang masih bersamanya. Mereka terus menggelinding hingga akhirnya tiba di bawah pulau.
Joe berusaha bangkit dari posisinya. Tubuhnya tertatih. Dengan lemas, ia menghampiri Derek yang berada tak jauh dari tempatnya jatuh.
"Derek…" Joe mengecek keadaannya.
"Syukurlah dia masih hidup," gumam Joe pelan.
"Mereka jatuh ke bawah sana!"
"Aku yakin dia ada di sekitar sini!"
Beberapa orang penjaga berteriak. Joe menoleh ke arah datangnya suara.
Aku harus bergegas sebelum mereka menemukanku.
Joe kembali mengangkat tubuh Derek dan membawanya semakin turun dari pulau.
Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Joe tiba di tepi pantai.
Tiba di tepian, Joe menoleh ke kiri dan kanan, berusaha mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk melarikan diri.
Di sisi lain, orang-orang kembali terdengar berteriak sambil terus mencarinya.
Tidak ada waktu. Aku harus segera pergi dari sini, batin Joe.
Ia menghempaskan tangannya. Keadaan kembali membeku dan segera ia berjalan di atas air.
Joe berniat untuk menyeberang ke pulau di sebelah pulau mereka. Namun posisi yang jauh, membuat Joe harus menghabiskan waktu cukup lama untuk bisa tiba di pulau yang bahkan tidak bisa dilihatnya dengan mudah.
"Itu dia!" teriak beberapa evolver penjaga yang mengejar mereka.
"Kejar!"
Mereka kembali bergerak menuju arah Joe. Beberapa orang di belakang mulai kembali mengejarnya.
Joe menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati orang-orang di sana mengejarnya.
Kalau seperti ini, aku tidak akan bisa lolos dari mereka.
Aku harus mencari cara agar bisa melarikan diri dari mereka.
Terpaksa, aku harus melakukan ini.
Joe menggerakkan tangannya, membuat air yang semula terdiam membeku di antara waktu seketika kembali bergerak.
Byurr!
Joe terjatuh ke dalam air bersamaan dengan beberapa orang penjaga yang berusaha mengejarnya.
Bertahanlah, Derek. Aku mohon.
Joe menggerakkan kakinya secepat mungkin. Sebelah tangannya terus memegangi tangan Derek yang mengalung di antara lehernya.
Joe mulai berenang secepat yang dia.
Di sisi yang sama, orang-orang di belakang sana berusaha untuk menyeimbangkan tubuh mereka di dalam air.
Tidak sedikit dari mereka jatuh dan tenggelam saat Joe kembali menggerakkan waktunya.
Waktu terus berjalan.
Langit yang semula gelap, perlahan tampak berubah cerah. Menandakan bahwa matahari sebentar lagi menyingsing.
Joe terus berenang hingga akhirnya tiba di tepian pantai di pulau seberang.
Dengan tersengal-sengal, ia menarik tubuhnya keluar dari dalam air bersama dengan Derek yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Uhuk… uhuk…" Joe terbatuk-batuk.
Brukk!
Joe mendaratkan tubuh Derek di sampingnya. Dia berusaha mengatur napasnya dan mengeluarkan beberapa air yang sempat secara tidak sengaja tertelannya.
Joe menoleh ke belakang dan tampaknya dia berhasil melarikan diri dari orang-orang yang mengejarnya.
Joe mengecek Derek sekali lagi. Memastikan pria yang jadi adiknya itu tetap hidup.
"Sial! Detak jantungnya melemah!" Joe mulai panik.
Ia menggunakan tangannya, memompa dadanya agar air keluar dari tubuhnya.
"Itu mereka!"
...***...