
...***...
"Setiap evolver biasa seperti kami di pasangi chip yang membuat kami bisa terkontrol dengan baik," tutur William.
"Sebenarnya tidak hanya evolver biasa seperti aku dan William. Setiap evolver memang dipasangi chip dalam otak mereka. Chip itu yang membuat setiap evolver tidak pernah memiliki perasaan atau merasakan emosi nyata. Biasanya mereka hanya memiliki emosi buatan yang dirancang dan dikendalikan oleh chip tersebut. Hal itu untuk membuat evolver seperti kami tampak nyata dan berbaur dengan lingkungan. Maka tidak heran, para evolver yang mengejarku selalu berani melawan, meskipun mereka tahu aku adalah perempuan. Mereka bahkan tidak akan peduli walaupun aku terluka sangat parah." Elvina menimpali.
"Apakah itu artinya… evolver adalah manusia robot? Maksudku, kalian di kontrol oleh seseorang untuk mengikuti setiap perintahnya." Rei berusaha menyimpulkan.
"Kurang lebih seperti itu. Hanya saja, kami tetap memilih tubuh manusia dan memiliki nyawa. Bisa bergerak dengan bebas dan memiliki sistem tubuh yang memang seperti layaknya manusia. Hanya saja bedanya kami berevolusi menjadi manusia dengan kekuatan super, bukan sepenuhnya robot. Kami masih tetap bisa bereproduksi sama halnya seperti manusia biasa. Contohnya seorang evolver wanita yang sudah menikah, dia masih bisa hamil dan melahirkan seorang anak. Namun, anak yang nantinya ia lahirkan, akan memiliki sistem genetik yang sama dengan orang tuanya. Kalau orang tuanya adalah seorang evolver, maka dia juga akan mewariskan kemampuan orangtuanya…"
"…Lalu, tidak semua orang adalah evolver. Karena evolver seperti kami, biasanya adalah orang-orang terpilih yang memiliki kemampuan terpendam dalam diri masing-masing."
"Tapi, apa yang terjadi dengan kalian? Kenapa kalian bisa menjadi evolver, dan kenapa lelaki yang kalian panggil Joe itu mengejar-ngejar kalian?" Rei masih tidak mengerti alasan kenapa Elvina dan William terus dikejar-kejar oleh Joe.
"Itu sebabnya, aku dan William tidak pernah menerima sinyal perintah. Dan kami menjadi buronan mereka selama satu tahun lamanya. Itulah kenapa Joe mengejar-ngejar kami. Dia di tugaskan untuk menangkap kami untuk dibawa kembali ke laboratorium. Hal ini mereka lakukan agar proyek mereka tetap aman, dan tidak bocor hanya karena kami melarikan diri," kata Elvina.
"Begitu rupanya…" ujar Rei.
"Hal ini membuatku bingung bercampur kaget saat mengetahui kau ternyata memiliki kemampuan seperti seorang evolver. Namun, yang membuatku bingung. Mengapa kau memiliki lebih dari dua kekuatan? Karena sejauh yang aku tahu, tubuh seorang evolver tidak akan mampu menerima lebih dari dua kekuatan di tubuh mereka. Kalau hal itu terjadi… mereka akan mati, tepat setelah reaksi serum Evolgesysv-03 dalam tubuh mereka. Bahkan mereka tidak akan bisa bertahan dalam kurun waktu dua puluh empat jam."
"Tidak akan bisa bertahan, bahkan dalam kurun waktu dua puluh empat jam?" ulang Rei dengan suara yang terdengar seperti bergumam. Ia terdiam dalam seketika. Otaknya lantas dihampiri berbagai pertanyaan tentang dirinya, apa sebenarnya yang terjadi dengan dirinya? Dan kenapa dia bisa memiliki kemampuan seperti seorang evolver, namun dalam jumlah kemampuan yang lebih dari dua?
Elvina dan William sama-sama terdiam memandangi Rei dengan penuh tanya. Keduanya sama-sama dihampiri tanya.
...***...