
...***...
Elvina mengalihkan pandangannya ke arah tabung di sisinya. Isinya seorang laki-laki bertubuh tinggi, lebih tinggi dari si perempuan tadi. Kulitnya putih bersih tak kalah dengan si perempuan, rambutnya hitam pekat dengan rahang yang terpahat tegas membentuk wajahnya, tubuhnya indah. Membentuk setiap lekuk otot yang begitu sempurna. Tampak begitu kencang. Wajahnya begitu tampan. Dilihat dari mulusnya, laki-laki itu diperkirakan masih baru berusia hendak menginjak dua puluhan.
Elvina terperangah. Rasanya seperti melihat oppa-oppa Korea yang dikaguminya. Tapi berbeda, karena jika di lihat lebih teliti lagi, dia bukan dari etnis Asia, melainkan Eropa.
Profesor menatap kedua ciptaannya yang baru setengah proses itu, seraya tersenyum.
"Ternyata mereka yang kalian maksud dengan M31IND4 dan 4ND121CH itu," gumam profesor.
"Benar, prof. Ada kelainan yang terjadi pada Neurotransmitter mereka," kata salah satu evolver yang baru saja menurunkan keduanya.
"Mereka adalah projects istimewaku. Selain serum Evolgesysv-03, aku juga memberikan serum lain ke dalam tubuh mereka. Serum Succincuv01. Serum itu aku buat dengan menggabungkan sel darah kedua rekan fantastikku," jelas profesor. Ia melangkah pelan menghampiri kedua tabung itu. Tangannya bergerak mengusap bagian kaca tabungnya.
"Aku ingin tahu bagaimana hasilnya nanti," tutur profesor.
"Tapi, prof… mengapa hal ini bisa berpengaruh pada Neurotransmitter mereka?" tanya salah satu evolver.
"Itu adalah salah satu reaksi penanda bahwa serum tersebut mulai bekerja. Nanti hal ini akan mempengaruhi hormon mereka, selain itu… senyawa dopamine dalam otak mereka juga akan melebihi ciptaanku yang lain. Mereka akan menjadi orang-orang istimewa yang nantinya akan membuat evolver seperti kalian semakin berkembang pesat."
Profesor membungkuk menatap kertas yang tertempel pada dinding kaca. M31IND4, tertulis di sana.
"Aku sengaja memilih mereka karena mereka adalah orang yang tepat." Profesor kembali menatap kedua ciptaannya. Prevolver dengan kode nama M31IND4 itu menampakkan gejala aneh.
Elvina yang terduduk di belakang mereka lantas mengerutkan kening. Hal lain yang baru pertama kali, ia lihat.
Profesor terdiam menatap gadis itu. Ia merekahkan senyum saat melihat apa yang terjadi.
"Segera cek sistem jaringan tubuhnya." Profesor memerintahkan evolver lab yang ada. Mereka segera bergerak menuju monitor dan mulai mengecek sesuai dengan apa yang di perintahkan olehnya.
"Semuanya kembali berevolusi, prof. Kali ini evolusinya lebih cepat menyebar dari sebelumnya. Sistem jaringan tubuhnya mencapai sempurna."
"Bagus. Kekuatannya mulai muncul. Setelah prosesnya selesai, segera keluarkan dia dari dalam tabung dan pindahkan ke ruang isolasi. Awasi dia dengan penjagaan yang lebih ketat. Kekuatannya masih belum terkendali, kalau dia sadar dan berusaha melarikan diri, kita akan kesulitan untuk menemukannya."
"Baik, prof."
"Lalu… bagaimana dengan 4ND121CH, prof?" tanya evolver lain.
"Untuk sekarang awasi saja dulu, begitu evolusinya sempurna… segera pindahkan dia juga ke ruang isolasi."
"Dimengerti, prof."
"Kalian boleh kembali bekerja."
Semua evolver lab yang ada mulai bergerak kembali ke pos jaga masing-masing dan mulai melanjutkan pekerjaan mereka. Tak lupa, mereka juga membawa ikut serta dua tabung berisi Prevolver yang harus mereka awasi.
Sekarang hanya tersisa Elvina dan profesor saja.
...***...