Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 233 - Membutuhkan bantuan kalian…



...***...


"Arghh…" Pria itu meringis. Ia berusaha untuk bangun walaupun benar-benar terasa sangat sulit. Tubuhnya terluka parah dan energinya benar-benar terkuras habis.


Ia membuka kedua matanya, memutar tubuhnya hingga berada dalam posisi menengadah menatap langit yang kini warna birunya tampak mulai berubah tak seterang sebelumnya.


"Tubuhku benar-benar terasa sakit, energiku juga terkuras habis," lirihnya.


Beberapa bagian tubuhnya terdapat memar, luka, dan sebagian dihiasi oleh darah yang mengalir keluar dari tubuhnya.


Pertarungannya dengan Louis benar-benar telah menyita seluruh energinya.


Pria itu berusaha bangun dari pembaringannya. Dengan tergopoh-gopoh ia akhirnya berhasil bangkit walaupun berulang kali jatuh akibat tak bertenaga.


Pria itu menatap tubuhnya, memastikan pakaiannya adalah pakaian yang ia kenakan.


Setelah memastikan jiwanya telah kembali pada tubuhnya. Ia segera menggunakan sisa tenaganya yang terakhir untuk pergi dari sana.


Dengan kemampuannya, ia berubah menjadi asap dan meninggalkan tempatnya berada saat ini. Ia harus mengecek dirinya yang terluka dan memastikan tidak ada luka parah yang ia alami akibat pertarungannya dengan Louis.



...*...


Brukk!


William terpelanting ke tanah dengan begitu kasar. Ia napasnya tertahan saat tubuhnya berhantaman dengan begitu keras dengan tanah.


"Argh…" Ia memegangi perutnya. Serangan demi serangan yang mereka lancarkan sama sekali tidak dapat ia hindari. Mereka selalu berhasil mengenai tubuh William.


Darahnya cukup banyak dan bahkan tembus hingga pakaiannya.


Dirinya berada di halaman belakang dekat gedung olahraga di sekolahnya. Tempat itu sangat sepi dan sangat jarang di kunjungi oleh orang-orang, apalagi tempatnya terletak berdekatan dengan gudang yang mana memang jarang di datangi.


Beberapa orang evolver penjaga sejak tadi terus berusaha menangkapnya. Dari penampilan mereka, William bisa tahu jelas kalau mereka adalah anak buah yang di perintahkan Joe untuk menangkapnya.


"Berhentilah melawan kalau kau ingin tetap hidup!" Salah satu evolver berujar, ia berjalan sedikit mendekat ke arahnya. Mengikis jarak di antara mereka.


"M… menyerah?" William bangun tertatih. Walaupun sempoyongan, tapi dirinya berhasil bangun dengan kedua kakinya.


Sebelah tangannya bergerak mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.


"Aku tidak akan menyerah begitu saja. Sudah aku tegaskan pada kalian semua kalau aku tidak akan ikut dengan kalian kemanapun!"


"Ternyata kau belum kapok juga." Satu evolver menggerakkan tangannya, menyerang William hingga membuat tubuhnya berputar di udara sebelum menghantam tanah dengan sangat keras.


"Uhuk…" William darah semakin banyak keluar dari mulutnya.


William benar-benar telah kehabisan energinya, bukan hanya karena menyerang mereka, tapi juga karena mereka yang terus menyerangnya tanpa henti.


William terbaring di tanah. Ia tak bisa bergerak sama sekali. William menoleh ke arah beberapa orang evolver di sana.


Aku benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali. Energiku sudah terkuras habis, hanya dalam satu serangan mereka lagi saja… maka aku akan berakhir di tangan mereka. Apa yang harus aku lakukan? Andai saja… Rei atau El berada di sini untuk membantuku, mungkin aku tidak akan kesulitan seperti saat ini. Rei… El… aku membutuhkan bantuan kalian… batin William.


William bangun, ia terduduk di tanah dalam keadaan kacau. "Ha… haha…" Ia terkekeh pelan membuat semua orang yang ada di sana kebingungan dengannya.


...***...