
...***...
Brukk!
Rei tersungkur saat ia tidak sengaja menghantam batu. Tubuhnya spontan terbalik dan jatuh dengan posisi tengkurap.
"Arghh…" Rei meringis kesakitan. Dengan sekuat tenaga, ia berusaha menghentikan pergerakannya dan tangannya terus berusaha meraih segala macam tanaman yang ada di sekitar dirinya. Sampai akhirnya dia berhasil berhenti.
Rei meringis menahan sakit. Ia berusaha untuk bangkit dan bertahan. Rei menatap dirinya. Tubuhnya terluka cukup parah, beberapa darah bahkan keluar dari tubuh yang tak sengaja tergores oleh ranting dan duri yang ada.
Pakaian yang dikenakan oleh Rei bahkan sampai robek di beberapa bagian.
Rei berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan.
"Aku harus lolos…"
"Aku harus melarikan diri…" ia terus berucap lirih.
Rei melangkah dengan kaki gemetar. Berjalan menyusuri tanah yang posisinya bisa di pijak.
Ia berusaha untuk turun ke bawah dan pergi ke keluar dari pulau. Berharap bisa pulang ke tempat asalnya.
Srukk!
Rei kembali tersungkur jatuh saat ia berusaha untuk melangkah. Tubuhnya kembali berseluncur di antara jurang yang cukup terjal.
Tubuhnya terus melayang, sesekali terpental saat bertemu dengan tebing lain.
Sampai kemudian tubuh Rei melayang dan hampir menabrak salah satu pohon yang posisinya cukup tinggi.
Tepat saat tubuhnya hampir menabrak pohon itu, mendadak tubuhnya berhenti bergerak di udara.
Rei menyadari tubuhnya melayang di udara dan perlahan turun bersamaan dengan beberapa benda padat lain yang tadi jatuh bersamanya.
Apa yang terjadi? Rei membelalakkan mata. Perhatiannya lalu tertuju pada seorang laki-laki yang berdiri di bawah sana. Lelaki itu menggerakkan tangannya, menggunakan kemampuannya untuk menangkap tubuh Rei dan mendaratkannya secara perlahan di tanah.
Brukk!
Rei jatuh dengan posisi terduduk saat lelaki itu menaruhnya dengan posisi berdiri. Kedua kali Rei terasa tidak bertenaga.
"Huft~ tadi itu hampir saja. Untungnya aku bergerak cepat dan menangkapmu," gumam lelaki itu sambil menghela napas lega.
Menyadari ekspresi wajah Rei yang begitu terkejut melihatnya, Derek berusaha untuk menenangkan Rei.
"Tenang. Kau tidak perlu takut…," ujar Derek dengan suara tenang.
Rei terdiam tanpa kata. Matanya masih tertuju pada Derek yang entah kenapa rasanya memiliki aura yang berbeda dari yang pada penjaga.
"Aku tidak akan menangkapmu."
"Aku tahu kau adalah evolver yang berusaha melarikan diri kan?"
"Aku bukan penjaga, dan aku tidak akan menangkapmu. Jadi kau tidak perlu khawatir."
Rei hanya diam tanpa merespon. Ia menatap lelaki itu lekat.
"Jangan takut. Aku tidak akan menangkapmu." Derek mengulangi kalimatnya.
"Pergilah…"
"Aku akan membebaskanmu."
Derek menggerakkan tangannya. Memberikan isyarat para Rei untuk melarikan diri.
Rei bergeming. Ia masih diam di tempatnya. Energinya terkuras habis dan dia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Dia jatuh dari sini!"
Perhatian mereka berdua langsung beralih saat mereka mendengar suara teriakan dari para penjaga.
Rei membelalakkan mata.
Apa yang harus aku lakukan? Mereka semakin mendekat.
Derek yang melihat Rei hanya diam bisa langsung menebak kalau lelaki itu kehabisan tenaga.
"Sepertinya, aku harus menolongmu." Derek menggerakkan tangannya. Ia mengangkat tubuh Rei dengan kemampuannya dan memindahkan lelaki itu ke tempat yang jauh dari tempatnya berada.
Rei menyadari hal itu hanya bisa diam dan memandangi Derek yang sudah baik mau membantunya.
...***...