
...***...
"Bukankah ini milik Rei?" William menatap Elvina yang terdiam tak bersuara disampingnya.
Rei dan Joe pasti bertemu di sini. Ada sesuatu yang tidak beres. Firasatku tidak enak, batin Elvina.
...*...
Mereka terus berlari mengejar Rei yang terus melayang di udara, melarikan diri dari kejaran mereka.
Satu penjaga berhenti. Matanya mengedar mencari sesuatu. Ia segera berlari menuju salah satu tiang besi yang ada di dekatnya lantas menyentuh tiang itu yang dalam seketika mengubah bagian lengannya menjadi besi.
Ia menatap ke arah Rei yang terus melaju. "Takkan aku biarkan kau terus berlari," gumamnya pelan. Ia kemudian mengangkat tangannya tinggi di udara, mengarahkan tangannya yang telah berubah menjadi besi itu, ke arah Rei.
Ia memusatkan seluruh energinya pada telapak tangannya. Tak lama, bersamaan dengan hentakkan tangannya, beberapa peluru melesat keluar dari telapak tangannya, menembak Rei berulangkali guna menghentikan usahanya melarikan diri.
Di sisi lain, Rei yang tidak sadar akan adanya bahaya berhasil mengenai salah satu serangan penjaga yang mengejarnya.
Rei nyaris terjatuh, tapi ia sebisa mungkin menyeimbangkan tubuhnya lagi.
"Arghh…" Rei meringis kesakitan. Peluru besi yang di tembakkan ke arahnya menembus bagian tubuhnya cukup dalam, bahkan tubuhnya sampai mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Rei menoleh ke belakang. Di sana, ia melihat Joe dan anak buahnya yang lain. Mereka bergerak semakin dekat menuju arahnya berada.
Mereka semakin dekat, aku tidak boleh membiarkan mereka menangkapku, batin Rei.
Rei bangun tergopoh-gopoh, ia bergerak sebisa mungkin dan kembali terbang menjauh dari mereka.
Joe menyerang Rei dengan kemampuannya hingga berhasil membuat Rei terbang merendah dari posisi semula. Tanpa Rei sadari, dirinya berlari menuju arah lain kota yang tak lagi banyak dihiasi bangunan pencakar langit.
Joe dan anak buahnya tak menyerah. Mereka terus menyerang Rei walaupun tahu Rei sudah mendapatkan serangan dari mereka berulangkali, namun Rei masih mampu terbang dan melarikan diri.
"Argh! Sekarang akan aku pastikan kau berhenti!" Anak buah Joe mulai geram karena Rei terus berhasil melarikan diri.
Ia menyerap energi dari bagian tangannya yang lain hingga membuat sekujur tubuhnya berubah silver layaknya besi. Kedua tangannya terangkat dan mengarahkannya ke arah Rei.
Ia menembak Rei dengan kekuatannya hingga membuat beberapa anak panah melesat keluar dari kedua telapak tangannya.
Anak panah itu melesat menuju Rei dan berhasil mengenai bagian tubuhnya, menyeret Rei hingga dirinya masuk ke dalam hutan kota dan terjebak diantara pohon besar.
Detik berikutnya Joe dan yang lainnya segera bergerak menuju arah Rei yang sudah berhasil mereka bawa ke tempat yang lebih sepi.
Rei terjebak dengan posisi tubuh terkunci diantara pohon. Ia memberontak berulang kali, berusaha membebaskan dirinya dari beberapa anak panah yang menancap pada tubuhnya.
Darah mengalir keluar membasahi anak panah tersebut. Rei meringis menahan sakit.
"Sekarang kau tidak akan bisa melarikan diri lagi dari kami." Joe tiba bersama anak buahnya yang tersisa.
Rei mendongak menatapnya dengan raut wajah tertegun.
Mereka di sini… apa yang harus aku lakukan sekarang? pikir Rei. Ia terus memberontak berusaha membebaskan diri, namun setiap gerakannya malah membuat lukanya semakin parah.
"Berhenti memberontak. Itu hanya akan menyakiti dirimu."
...***...