Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 435 - Tring!



...***...


Fokus Aland dan Lucy tertuju pada mobil yang baru saja tiba.


Lucy memperjelas penglihatannya dengan lensa kontak yang ia kenakan, melakukan scanning untuk melihat siapa yang baru saja datang.


Ia tersenyum simpul melihat siapa yang baru tiba dengan mobilnya.


"Aku punya ide," kata Lucy sambil menoleh pada Aland.


"Apa?"


"Kita bisa masuk dan menyamar. Tidak. Ralat! Lebih tepatnya kau akan bisa masuk dan menyamar."


"Caranya?" Aland menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Ikut aku." Lucy melangkah keluar dari dalam mobil dengan diikuti oleh Aland dari belakang.



Mereka segera menghampiri mobil yang baru saja tiba diparkiran dengan masuk secara diam-diam.


Lucy menembak pengemudi mobil itu dengan thorny bites miliknya hingga pengemudinya pingsan.


Lucy menariknya keluar dari mobil. Ia segera meminta Aland untuk memasukkan pria itu ke dalam bagasi mobil dan membungkam mulutnya. Setelah itu, ia mengajaknya berganti pakaian dengan jas dan kemeja.


"Eth, bisakah kau melakukan pencarian identitas tentang pria ini?" Aland menatap pria yang baru saja dia masukkan ke dalam bagasi.


"Aku sudah mendapatkannya. Dia adalah guru bahasa Inggris sementara yang datang menggantikan salah satu guru yang mengajar di sana. Kebetulan, dia baru saja tiba."


"Bagus! Penyamaran yang sempurna." Lucy tersenyum simpul.


"Apa maksudmu?" Aland tak mengerti dengan rencana yang di susun oleh Lucy.


"Kau akan masuk menggantikan dia menjadi guru pengganti."


"Lalu bagaimana denganmu?"


"Aku akan menjadi asistenmu. Tapi sebelum itu, aku membutuhkan wig berwarna hitam." Lucy mengeluarkan wig dan memasangnya dengan sempurna di kepalanya. Selanjutnya, Lucy mengganti warna pada lensa kontak miliknya yang awalnya bening menjadi warna kecokelatan.


"Jangan lupa untuk memasang alat komunikasinya!" Ethan mengingatkan.


"Oh, benar." Lucy membantu memasangkan alat kecil pada bagian kerah baju Aland. Alat itu berbentuk seperti kancing yang akan mereka gunakan untuk mempermudah komunikasi mereka.


"Ini juga. Kita harus tahu lokasi satu sama lain." Lucy memasang kamera super mini.


Detik berikutnya, mereka berdua melangkah menuju gedung sekolah dan mulai mencari keberadaan target mereka.


...*...


Tring!


Bunyi notifikasi pada ponselnya, membuat fokus Rei beralih. Ia menunduk mengecek pesan yang baru saja masuk. Pesan itu dari Lusia yang kini duduk di mejanya.


Lusia: Kau baik-baik saja? Kenapa kau tampak lesu? Apakah kau sakit?


Rei mendongak lalu menoleh pada Lusia yang duduk terhalang beberapa bangku dari tempatnya dan Heru duduk.


Lusia melirik padanya, membuat pandangan mata mereka saling beradu satu sama lain.


Rei: Aku hanya merasa sedikit lelah. Mungkin karena aku semalam kurang tidur.


Balas Rei pada pesannya. Ia segera mengirim pesan itu pada Lusia.


Memang benar. Semenjak pertemuannya dengan Elvina dan William di Dreaworld semalam, keesokan harinya, energi Rei berkurang.


Louis bilang kalau itu hanya efek samping dari Dreaworld karena ia sudah lama tidak berkunjung ke tempat di alam mimpi itu. Mengendalikan mimpinya cukup menguras tenaga, walaupun dirinya di bantu oleh kehadiran Louis yang senantiasa di sampingnya.


Tring!


Pesan lain masuk dari Lusia yang baru saja membalas pesannya.


Lusia: Kau terlihat sangat kelelahan. Lebih baik, saat jam istirahat nanti kau gunakan untuk tidur di ruang UKS agar kau bisa lebih fokus belajar setelahnya. Jangan terlalu memaksakan diri, aku tidak ingin kau sakit.


...***...